Mengalami kejang-kejang sejak usia 11 bulan, Syabil membutuhkan uluran tanganmu!

Bantu Syabil sekarang

100% funded

7227000

funded

0

to go

Kisah Syabil

Siapa yang tidak khawatir jika buah hatinya mengalami kejang-kejang. Ibunda dari Syabil sangat cemas ketika anaknya kejang-kejang padahal tidak demam, apalagi saat itu Syabil baru berusia 11 bulan. Syabil mengalami kejang dua sampai tiga kali sehari. Sang Ibu segera mengonsultasikan kondisi anaknya tersebut ke dokter. Syabil didiagnosis menderita epilepsi dan diresepkan obat anti epilepsi. Setelah diberikan obat, kondisi balita yang kini berusia hampir 5 tahun itu membaik, kejangnya berkurang menjadi satu kali sehari. Namun, hal ini berarti Syabil harus meminum obat anti epilepsinya terus menerus, bisa jadi seumur hidup. 


Selain epilepsi, Syabil juga didiagnosis menderita cerebral palsy dan mikrosefali. Cerebral palsy, atau secara harfiah disebut lumpuh otak, adalah kelainan neurologis (otak) yang mempengaruhi saraf motorik untuk pergerakan tubuh, penyakit ini biasanya muncul pada masa bayi atau anak usia dini. Fungsi motorik dan koordinasi otot mengalami masalah secara permanen, meskipun kondisinya tidak memburuk seiring dengan waktu. Adapun mikrosefali adalah gangguan sistem saraf langka yang menyebabkan kepala bayi menjadi kecil dan tidak sepenuhnya berkembang. Kondisi ini membuat otak anak berhenti tumbuh sebagaimana mestinya. Hal ini dapat terjadi saat bayi masih dalam kandungan atau dalam beberapa tahun pertama kelahiran.


Dokter menyarankan agar Syabil dipenuhi gizinya dengan menggunakan susu peningkat gizi. Untuk makan sehari-hari, Syabil harus menggunakan bantuan NGT (selang makan). Kebutuhan susu Syabil dapat mencapai jutaan rupiah per bulan. Ayah Syabil sehari-hari bekerja sebagai satpam dan ibunya mengurus rumah tangga. Tanggungan Ayah Syabil setiap bulan sudah berat, bahkan hampir tidak cukup, apalagi ditambah kebutuhan susu Syabil. 


Mari bantu kebutuhan gizi Syabil! 


Jika mendapatkan bantuan, donasi akan digunakan untuk membeli obat Keppra dan susu Pediasure (2 kaleng per minggu, selama 12 minggu). 

Patient Updates

Picture

Minggu, 17 Desember 2017

Crowdfunding Background

Sejak usia 11 bulan, Syabil mengalami kejang dua sampai tiga kali sehari. Sang Ibu segera mengonsultasikan kondisi anaknya tersebut ke dokter. Syabil didiagnosis menderita epilepsi dan diresepkan obat anti epilepsi. Setelah diberikan obat, kondisi balita yang kini berusia hampir 5 tahun itu membaik. Selain epilepsi, Syabil juga didiagnosis menderita cerebral palsy dan mikrosefali. 

Dokter menyarankan agar Syabil dipenuhi gizinya dengan menggunakan susu peningkat gizi. Untuk makan sehari-hari, Syabil harus menggunakan bantuan NGT (selang makan). Kebutuhan susu Syabil dapat mencapai jutaan rupiah per bulan. Ayah Syabil sehari-hari bekerja sebagai satpam dan ibunya mengurus rumah tangga. Tanggungan Ayah Syabil setiap bulan sudah berat, bahkan hampir tidak cukup, apalagi ditambah kebutuhan susu Syabil. 



Picture

Selasa, 22 Mei 2018

Crowdfunding begins

Penggalangan dana dilakukan untuk Syabil agar kebutuhan susunya dapat terpenuhi. Selama penggalangan dana berlangsung, sebagian donasi yang terkumpul disalurkan secara bertahap kepada Syabil. 

 


Picture

Kamis, 31 Mei 2018

Fully Funded

Setelah donasi terkumpul, bantuan diserahkan ke orang tua Syabil untuk dibelikan susu. Mereka sangat bersyukur karena setidaknya selama 3 bulan ini Syabil dapat terpenuhi gizinya tanpa beban biaya yang sangat mahal. 


Rincian Dana

Nutrisi Rp6.240.000
Obat-Obatan Rp330.000
Biaya Operasional WeCare.id Rp657.000

Total Rp7.227.000

Read more about WeCare.id Operational Fund

Cerebral palsy adalah kelainan neurologis (otak) yang mempengaruhi saraf motorik untuk pergerakan tubuh, penyakit ini biasanya muncul pada masa bayi atau anak usia dini. Fungsi motorik dan koordinasi otot mengalami masalah secara permanen, meskipun kondisinya tidak memburuk seiring dengan waktu. Secara harfiah cerebral palsy (CP) diartikan sebagai lumpuh otak, memang agak seram mendengar istilah yang terakhir ini mengingat banyaknya fungsi otak yang begitu penting bagi tubuh. Seorang anak bisa berjalan, berlari, makan, tertawa dan seterusnya semua diatur oleh otak, lantas apa yang terjadi apabila otak mengalami kelumpuhan.

Mikrosefali adalah gangguan sistem saraf langka yang menyebabkan kepala bayi menjadi kecil dan tidak sepenuhnya berkembang. Kondisi ini membuat otak anak berhenti tumbuh sebagaimana mestinya. Hal ini dapat terjadi saat bayi masih dalam kandungan atau dalam beberapa tahun pertama kelahiran.

Faktor keturunan dan lingkungan dapat menjadi penyebab munculnya mikrosefali. Beberapa anak yang mengidap mikrosefali memiliki perkembangan dan intelegensi yang normal, meskipun kepala mereka berukuran lebih kecil dari ukuran normal.

Hingga kini penyebab mikrosefali belum diketahui dengan pasti. Namun terdapat beberapa hal yang menyebabkan munculnya mikrosefali, diantaranya:

Masalah dengan gen (mikrosefali kongenital).

Pengaruh lingkungan (mikrosefali akuisita).


Sumber:

1. https://mediskus.com/cerebral-palsy

2. http://doktersehat.com/mikrosefali/

Want to know more about this diagnosis? Ask WeCare.id Medical Team

Fundraiser

Hospitalized at

Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo
Jl. Diponegoro No. 71, Senen, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

Search for other patients

173 donors

Primary Immunodeficiency Disease

PID Warriors (7) - DKI Jakarta
Oleh Medikator Pricilia Gunawan H
37.621688368208% funded
76397375 funded
126670000 to go
95 donors

Sensory Neural Hearing Loss berat

Dionisius (2) - Lampung
Oleh Medikator Medikator WeCare.id
47.342785654712% funded
14191000 funded
15784000 to go
153 donors

Hipertensi Pulmonal

Ahmad (3) - DKI Jakarta
Oleh Medikator Shela Putri Sundawa
48.632727272727% funded
40122000 funded
42378000 to go