Ditinggal ibu kandung, Petra yang masih balita ini dan menderita cerebral palsy mengharapkan uluran tanganmu!

Bantu Petra sekarang

100% funded

16038000

funded

0

to go

Diajukan oleh

Kisah Petra

Malangnya nasib Petra, balita berusia 5,5 tahun. Sejak usia 6 bulan, ia tidak lagi dirawat oleh ibu kandungnya. Beruntung ada seorang ibu yang berbaik hati mau merawat Petra dan menjadikannya anak angkat. Sejak itu, Petra sudah didiagnosis mengalami global delay development. Global developmental delay merupakan keadaan keterlambatan perkembangan yang bermakna pada dua atau lebih ranah perkembangan. Secara garis besar, ranah perkembangan anak terdiri atas motor kasar, motor halus, bahasa / bicara, dan personal sosial / kemandirian. Ibu angkat Petra langsung membawanya ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut. Beberapa prosedur sudah dijalankan, seperti EEG dan tes pendengaran. Kemudian pada usia 14 bulan, bayi mungil ini juga sudah harus menjalankan prosedur MRI. Alhasil, dokter menyatakan bahwa terdapat rongga pada otak kecil Petra dan ia menderita cerebral palsy. 


Cerebral palsy adalah kelainan neurologis (otak) yang mempengaruhi saraf motorik untuk pergerakan tubuh, penyakit ini biasanya muncul pada masa bayi atau anak usia dini. Fungsi motorik dan koordinasi otot mengalami masalah secara permanen. Beberapa kali Petra mengalami kejang sehingga ia perlu mengonsumsi obat-obatan rutin hingga saat ini. Selain itu, Petra juga harus menjalankan terapi di rehab medik dan hingga saat ini masih melakukan fisioterapi. 


Di usia 2 tahun, kondisi gizi Petra kurang baik. Dokter mendiagnosis balita ini mengalami gizi buruk. Pada saat usia 3 tahun, Petra juga pernah dirawat karena pneumonia (paru-paru basah). Dokter juga menemukan bahwa Petra mengalami strabismus, yaitu keadaan yang ditandai dengan penyimpangan abnormal dari letak satu mata terhadap mata yang lainnya, sehingga garis penglihatan tidak paralel dan pada waktu yang sama, kedua mata tidak tertuju pada benda yang sama (mata juling). 


Saat ke rumah sakit baru-baru ini, Petra mengalami susah buang air besar disertai batuk dan muntah. Selama ini ia juga tidak bisa makan dengan normal dan harus menggunakan alat bantu makan (NGT). Keadaan tersebut mengharuskan Petra untuk mengonsumsi susu 5-6 kali sehari. Dokter gizi menyarankan susu dengan merk terntentu yang biayanya dapat membebani ibu angkat Petra yang tidak bekerja. Penghasilan suami dari ibu angkat Petra juga tidak seberapa sehingga mereka tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan balita malang ini. 


Mari bantu Petra agar mendapatkan gizi yang lebih baik! 


Jika mendapatkan dana, Petra akan mendaptkan bantuan susuPediasure sebanyak 5 kaleng setiap minggu, selama 3 bulan.

Patient Updates

Picture

Rabu, 01 November 2017

Crowdfunding Background

Petra yang tidak dirawat oleh ibu kandungnya sendiri harus menerima cobaan berat karena ia juga menderita cerebral palsy dan epilepsi. Berbagai pemeriksaan harus dijalankan Petra sejak usia yang sangat dini. Saat ini Petra dirawat oleh seorang ibu angkat. Kondisi ekonomi keluarga angkat Petra juga tidak terlalu beruntung. Suatu hari Petra mengalami susah buang air besar dan muntah. Setelah dibawa ke rumah sakit oleh ibu angkatnya, diketahui bahwa kondisi gizi Petra juga tidak baik dan membutuhkan susu peningkat gizi. Keluarga angkatnya tidak mempunyai biaya untuk kebutuhan Petra sehingga meminta bantuan WeCare.id. 


Rincian Dana

Nutrisi Rp9.720.000
Biaya Operasional WeCare.id Rp972.000

Total Rp10.692.000

Read more about WeCare.id Operational Fund

Petra – Cerebral Palsy & Epilepsi

Cerebral Palsy adalah sekelompok kondisi yang mempengaruhi otot dan saraf. Penyakit ini bukan merupakan penyakit bawaan, tapi dapat dimulai dari tahap awal kehidupan yaitu sejak lahir. Tiga jenis Cerebral Palsy adalah spastic (paling umum), athetoid, dan ataxic. Cerebral Palsy dapat terjadi dalam bentuk ringan, sedang, atau parah. Gejalanya antara lain adalah pergerakan lengan dan kaki yang abnormal, sulit makan, bentuk otot yang buruk pada awal kehidupan, perkembangan berjalan dan berbicara yang lambat, postur tubuh abnormal, kejang otot, tubuh kaku, koordinasi yang buruk, dan mata yang terlihat marah.

Cerebral Palsy tak pernah berdiri sendiri. Banyak penderita Cerebral Palsy yang juga mengalami gangguan medis lainnya, salah satunya kejang/epilepsi. Hampir 50% penderita Cerebral Palsy disertai dengan kejang. Bila kejang terjadi tanpa ada pemicu seperti demam, disebut epilepsi. Jenis epilepsi dapat bervariasi, bisa berupa kejang di seluruh tubuh (kejang umum), atau kejang parsial atau sebagian.

Sumber :

1. https://hellosehat.com/penyakit/cerebral-palsy/

2. http://www.parenting.co.id/bayi/gangguan+medis+penyerta+cerebral+palsy

Want to know more about this diagnosis? Ask WeCare.id Medical Team

Fundraiser

No fundraiser yet.

Hospitalized at

Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo
Jl. Diponegoro No. 71, Senen, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

Search for other patients

181 donors

Primary Immunodeficiency Disease

PID Warriors (7) - DKI Jakarta
Oleh Medikator Pricilia Gunawan H
33.14287930299% funded
67302375 funded
135765000 to go
3 donors

Obstruksi Usus

Ny. Puji Astuti (46) - Jawa Barat
Oleh Medikator Medikator RS Santo Yusup
1.1472915371277% funded
255000 funded
21971260 to go
7 donors

Cedera Kepala Berat

Fitria (7) - Jawa Barat
Oleh Medikator Medikator RS Al-Islam Kota Bandung
2.4363636363636% funded
670000 funded
26830000 to go