Hazrumi

58567000

funded

-575000

to go

193

donors

100% funded
Fully funded

Terlahir dengan usus tergantung keluar tubuh, bayi Hazrumi membutuhkan bantuanmu!

Hazrumi - menderita Gastroschisis

Bayi Hazrumi, lahir tanggal 26 November 2017 di rumah dengan bantuan pertolongan bidan. Saat baru lahir, tampak usus bayi mungil ini memburai, kemudian pihak keluarga langsung membawanya ke rumah sakit terdekat. Namun sayangnya, tidak ada dokter spesialis anak di rumah sakit tersebut hingga akhirnya Hazrumi dirujuk ke RSCM. Setelah sampai di RSCM, pemeriksaan darah lengkap dilakukan dan terlihat bahwa sudah terdapat infeksi di bagian perutnya. Tindakan pun langsung dilakukan oleh tim dokter dengan memberikan antibiotik. Dokter menyatakan bahwa Hazrumi menderita gastroschizis. Gastroschizis adalah cacat lahir pada dinding perut, di mana usus bayi tergantung keluar tubuh tanpa lapisan pelindung melalui lubang di dekat pusar. 


Pada usia tiga hari, diketahui bahwa infeksi yang dialami Hazrumi semakin parah. Suhu tubuhnya pun meningkat tidak stabil. Dokter memberikan antibiotik untuk infeksinya sehingga kondisi Hazrumi stabil kembali. Di usia 5 hari, bayi malang ini dioperasi agar ususnya tidak lagi keluar tubuh. Setelah operasi, ventilator harus dipasang di tubuh Hazrumi selama 7 hari. Belum selesai sampai disitu, Hazrumi mengalami infeksi yang semakin parah hingga penggunaan antibiotiknya harus dievaluasi kembali oleh tim dokter. Bayi tidak berdosa ini juga mengalami gagal hati yang diduga akibat sepsis. Sepsis adalah suatu keadaan di mana tubuh bereaksi hebat terhadap bakteria atau mikroorganisme lain. Hazrumi juga mengalami hipoalbuminemia, yaitu rendahnya kadar albumin (suatu protein utama) di dalam darah. Selama tiga hari berturut-turut, ia pun harus ditransfusi albumin. Berbagai obat-obatan sudah harus diberikan kepada Hazrumi yang baru berumur beberapa hari ini. 


Dikarenakan kondisinya yang berangsur membaik, satu per satu alat yang terpasang di tubuh Hazrumi dilepas. Setelah penggantian antibiotik dievaluasi, tanda-tanda infeksi pada Hazrumi semakin menunjukkan perbaikan dan fungsi hatinya kembali normal. Hazrumi pun secara bertahap mulai diberikan susu secara oral. Saat ini, kebutuhan cairan Hazrumi dipenuhi sebagian melalui infus. Perawatan pasca operasi pun perlu dijalani olehnya. 


Prosedur rumit yang dialami Hazrumi tentu membutuhkan biaya yang sangat besar. Ayahnya bekerja sebagai satpam di sebuah perusahaan swasta. Penghasilannya tidak cukup untuk membayar seluruh biaya rumah sakit yang mencapai ratusan juta rupiah. Tabungannya sudah habis dan usahanya meminjam ke sanak saudara pun sudah dilakukan. Saat ini, biaya untuk Hazrumi masih kurang puluhan juta rupiah. 



Mari bantu biaya operasi Hazrumi! 



Jika mendapatkan bantuan, dana akan digunakan untuk biaya operasi, obat-obatan, alat medis untuk perawatan luka pasca operasi, dan biaya transportasi. 


  • Ruang perawatan

    Rp23.200.000

    Rawat inap NICU 25 hari

  • Tindakan medis

    Rp19.820.000

    Operasi koresksi tuup defek gastroschisis, pemasangan PICC, Ventilator mekanik, pemberian susu parenteral, rawat luka operasi, pemberian antibiotik intravena

  • Pemeriksaan Penunjang

    Rp1.200.000

    Pemeriksaan darah lengkap pra operasi, pemeriksaan marker infeksi

  • Alat Medis

    Rp6.000.000

    kain kassa, cairan steril, tulle, bubuk antibiotik, dressing pad

  • Transportasi

    Rp2.500.000

    Transportasi 25 hari untuk 2 orang

  • Biaya Operasional WeCare.id

    Rp5.272.000

    Operasional WeCare (10%)

Read more about WeCare.id Operational Fund

Gastroschisis adalah cacat lahir pada dinding perut, di mana usus bayi tergantung keluar tubuh tanpa lapisan pelindung melalui lubang di dekat pusar. Selain usus, organ lain seperti hati dan lambung juga bisa berada di luar tubuh.Lubang pada dinding perut yang menyebabkan usus atau organ lainnya tergantung di luar tubuh biasanya berada di sebelah kanan pusar. Ukuran lubang tersebut berbeda-beda pada tiap penderita.

Sumber: 

http://www.alodokter.com/gastroschisis

Want to know more about this diagnosis? Ask WeCare.id Medical Team

Patient Updates Information of this patient is not available yet

Search for other patients

Lucia (56)

Jawa Barat

Appendicitis

Ms. Lucia, 56 years old, had a severe abdominal pain. The pain she felt was unbearable that day. Soon, her brother took her to the nearest hospital in Bandung. When admitted to the hospital, Ms. Lucia's complained of pain in the abdomen that often occurs. Then, a CT scan procedure was performed t
Read More
115.53726907631% funded
10069073 funded
8715000 to go
57 donors

By Syahyatul (0)

Banten

Respiratory Distress Syndrome

Every mother wants to be able to give birth to a healthy child. It is also felt by Syahyatul's mother. Syahyatul was born in Tangerang. Syahyatul's mother expects her child to be born at a normal time, but fate says otherwise. When the mother of Syahyatul's pregnancy turns 32 weeks old, the baby
Read More
0% funded
11809600 funded
0 to go
34 donors

Fasha (11)

Jawa Barat

Tuberculous Meningitis

At teenagers age, people tend to try for new things. Unfortunately, Fasha, 11 years old, suffered from a disease in the days leading up to her teenage years so it's limited her to do such things. A few weeks ago it was known that there was a lump on some parts of Fasha's body. Fasha was diagnosed
Read More
6.6168361720377% funded
810000 funded
12241500 to go
5 donors