Uttin

18183625

funded

-33625

to go

56

donors

100% funded
Fully funded

Bocah dari Kalimantan tidak bisa mendengar, bantuanmu sangat dibutuhkan!

Uttin - menderita Cerebral Abcess

Bisa dibayangkan jika salah satu panca indera kita tidak berfungsi, tentu hidup kita menjadi lebih sulit: sulit berkomunikasi dan beraktivitas. Uttin, seorang anak dari Ketapang, Kalimantan, tidak bisa mendengar akibat penyakit yang dialaminya. 


Pada awalnya, 5 bulan sebelum masuk rumah sakit, Uttin mengalami demam yang hilang timbul disertai kejang. Di Ketapang, ia diterapi menggunakan obat demam dan kejang hingga frekuensi kejangnya berkurang. Namun satu bulan kemudian, demam dan kejang kembali berulang. Kemudian Uttin diperiksa menggunakan CT scan sehingga diketahui bahwa terdapat penumpukan cairan di kepalanya. Dua bulan kemudian sisi kanan Uttin lemah dan demam disertai kejang masih hilang timbul. Setelah dirujuk ke rumah sakit umum pusat, dokter mendiagnosis Uttin menderita empiema subdural (suatu penimbunan nanah diantara otak dan jaringan di sekitarnya), menderita cerebral palsy dan terinfeksi cytomegalovirus (CMV). Setelah diketahui menderita empiema, tindakan drainase empiema dilakukan. Kemudian saat dilakukan evaluasi fungsi pendengaran, diketahui bahwa terdapat gangguan pendengaran telinga kanan & kiri. Hal ini menjadi pukulan berat bagi Ibu Uttin. Dokter menyarankan agar Uttin menggunakan alat bantu dengar. Harga alat bantu dengar yang harus Uttin pakai mencapai jutaan rupiah. Orang tua Uttin sudah lama tidak bekerja karena mengurus anaknya yang sering sakit demam dan kejang tersebut beberapa bulan terakhir. Mereka pulang ke Ketapang dalam keadaan pasrah. 


Tidak lama berselang, demam dan kejang kembali dialami Uttin. Mau tidak mau, orang tua Uttin harus membawa anaknya ke Jakarta lagi.  Biaya transportasi Ketapang - Jakarta tidak sanggup dibayar oleh orang tua Uttin. Beruntung masih ada sanak saudara yang berbaik hati membantu sebagian biaya transportasi ke Jakarta. Namun Uttin masih memerlukan sebagian biaya transportasi lagi untuk bisa ke Jakarta. 


Beberapa tes juga harus dilakukan Uttin untuk mengetahui penyebab kejangnya, seperti pemeriksaan polisomnografi (untuk mengetahui ada tidaknya gangguan tidur) yang akan menghabiskan biaya jutaan rupiah. Hingga saat ini, bocah berusia 3 tahun itu masih harus mengonsumsi obat untuk kejang yang dialaminya. Pengeluaran untuk kebutuhan kesehatan Uttin sangat besar sehingga untuk obat pun tidak bisa ditanggung lagi oleh orang tuanya. 


Mari bantu Uttin agar mendapatkan biaya untuk kesehatannya! 


Jika mendapatkan bantuan, donasi akan digunakan untuk membeli alat bantu dengar dan obat-obatan untuk kejang selama tiga bulan, biaya pesawat ketapang - Jakarta serta biaya pemeriksaan polisomnografi. 


  • Alat Medis

    Rp8.000.000

    Alat bantu dengar 108 db

  • Obat-Obatan

    Rp3.600.000

    Obat untuk kejang (Keppra, santa E) Rp 1.200.000/bulan x 3 bulan

  • Pemeriksaan Penunjang

    Rp3.315.000

    Pemeriksaan polisomnografi

  • Transportasi

    Rp885.000

    Pesawat terbang Jakarta - Ketapang

  • Biaya Operasional WeCare.id

    Rp1.577.000

    Biaya operasional wecare.id 10%

Read more about WeCare.id Operational Fund

Abses otak adalah infeksi bakteri yang mengakibatkan penimbunan nanah di dalam otak, serta pembengkakan pada organ tersebut. Kondisi ini biasa terjadi setelah bakteri atau jamur masuk ke jaringan otak akibat cedera kepala atau infeksi pada jaringan lain.

Empiema Subdural adalah suatu penimbunan nanah diantara otak dan jaringan di sekitarnya (meningen). Biasanya empiema subdural merupakan komplikasi dari:

- Infeksi sinus

- Infeksi teling yang hebat

- Cedera kepala atau cedera otak

- Pembedahan

- Infeksi darah yang berasal dari infeksi paru-paru.


Bakteri penyebab abses otak bisa menyebabkan empiema subdural.

Sumber: 

1. http://www.alodokter.com/abses-otak

2. http://www.terapisehat.com/2010/08/empiema-subdural-nanah-di-otak.html 


Want to know more about this diagnosis? Ask WeCare.id Medical Team

Patient Updates Information of this patient is not available yet

Proposed By

Medikator WeCare.id

WeCare.id

Hospitalized at

Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo
Jl. Diponegoro No. 71, Senen, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

Fundraiser

  PREV
  NEXT

Share informations about Uttin in social media

WeCare.id Share on Facebook

Search for other patients

Lucia (56)

Jawa Barat

Appendicitis

Ms. Lucia, 56 years old, had a severe abdominal pain. The pain she felt was unbearable that day. Soon, her brother took her to the nearest hospital in Bandung. When admitted to the hospital, Ms. Lucia's complained of pain in the abdomen that often occurs. Then, a CT scan procedure was performed t
Read More
115.53726907631% funded
10069073 funded
8715000 to go
57 donors

By Syahyatul (0)

Banten

Respiratory Distress Syndrome

Every mother wants to be able to give birth to a healthy child. It is also felt by Syahyatul's mother. Syahyatul was born in Tangerang. Syahyatul's mother expects her child to be born at a normal time, but fate says otherwise. When the mother of Syahyatul's pregnancy turns 32 weeks old, the baby
Read More
0% funded
11809600 funded
0 to go
34 donors

Fasha (11)

Jawa Barat

Tuberculous Meningitis

At teenagers age, people tend to try for new things. Unfortunately, Fasha, 11 years old, suffered from a disease in the days leading up to her teenage years so it's limited her to do such things. A few weeks ago it was known that there was a lump on some parts of Fasha's body. Fasha was diagnosed
Read More
6.6168361720377% funded
810000 funded
12241500 to go
5 donors