Fadhil

3858000

funded

-250000

to go

16

donors

100% funded
Fully funded

Perkembangan terhambat dan tidak bisa berjalan, Fadhil membutuhkan uluran tanganmu!

Fadhil - menderita Cerebral palsy

Fadhil, seorang balita yang sudah sejak lahir mengalami gangguan perkembangan. Diawali dengan keluhan sulit menelan, Orang tua Fadhil memeriksakan anaknya ke dokter. Di usianya pada saat itu, Fadhil belum bisa berjalan, tidak sesuai dengan perkembangan anak yang seharusnya. Dokter mendiagnosis Fadhil menderita cerebral palsy. Cerebral palsy atau lumpuh otak merupakan suatu penyakit saraf yang mengganggu atau memengaruhi koordinasi dan pergerakan tubuh. Tingkat keparahan gejala lumpuh otak berbeda-beda pada tiap penderitanya. Ada yang hanya mengalami gejala ringan, hingga berat. Biasanya gejala lumpuh otak akan mulai terlihat selama tiga tahun pertama kehidupan anak dan dapat dipicu oleh kerusakan yang dialami oleh otak setelah anak lahir.


Selain cerebral palsy, Fadhil juga didiagnosis menderita GERD (Gastroesophageal reflux diseases) atau penyakit asam lambung. Penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam lambung menuju esofagus (kerongkongan). 


Kondisi Fadhil yang sulit menelan membuatnya sulit untuk mendapatkan asupan makanan sehingga berat badannya juga dibawah normal. Fadhil harus menggunakan selang makan (NGT) untuk bisa mendapatkan nutrisi dan disarankan mengonsumsi susu peningkat gizi. Saat ini orang tua Fadhil tidak sanggup jika harus membeli susu peningkat gizi yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah per bulan, karena penghasilan ayahnya hanya sebatas upah minimum dan ibunya tidak bekerja. Fadhil juga harus sering ke rumah sakit untuk dipantau kondisinya, sehingga biaya transportasi pun menjadi beban yang cukup berat bagi orang tuanya. 


Mari Bantu Fadhil agar gizinya membaik! 


Jika mendapatkan bantuan, dana akan digunakan untuk membeli susu penigkat gizi selama 3 bulan dan biaya transportasi. 

Susu pediasure Rp 260,000 x 4 kaleng/ bulan  x 3 bulan  = Rp 3.120.000

Transportasi 8 x 10.000 x 2 (pulang-pergi) = Rp 160.000 

  • Nutrisi

    Rp3.120.000

    Susu pediasure Rp 260,000 x 4 kaleng/ bulan x 3 bulan

  • Transportasi

    Rp160.000

    Transportasi 8 x 10.000 x 2 (pulang-pergi)

  • Biaya Operasional WeCare.id

    Rp328.000

    Biaya operational wecare.id 10%

Read more about WeCare.id Operational Fund

Cerebral palsy 

Lumpuh otak atau cerebral palsy merupakan suatu penyakit saraf yang mengganggu atau memengaruhi koordinasi dan pergerakan tubuh. Kondisi ini terjadi akibat adanya masalah pada bagian otak besar yang mengendalikan kerja otot-otot. Lumpuh otak merupakan salah satu penyebab paling umum kelumpuhan kronis pada anak-anak.

Tingkat keparahan gejala lumpuh otak berbeda-beda pada tiap penderitanya. Ada yang hanya mengalami gejala ringan, hingga berat. Biasanya gejala lumpuh otak akan mulai terlihat selama tiga tahun pertama kehidupan anak dan dapat dipicu oleh kerusakan yang dialami oleh otak setelah anak lahir.

Berikut ini adalah beberapa gejala lumpuh otak yang berkaitan dengan masalah koordinasi dan pergerakan tubuh.

  • Masalah koordinasi otot.
  • Otot kaku dengan refleks yang masih normal atau berlebihan.
  • Tonus otot yang menjadi sangat kaku atau sangat lunglai.
  • Gerakan menggeliat dan lambat.
  • Gerakan yang tidak bisa dikendalikan atau tremor.
  • Kesulitan dalam melakukan gerakan yang tepat, misalnya meletakkan suatu benda pada posisi tertentu.
  • Salah satu sisi tubuh terlihat seperti tidak berfungsi, misalnya menyeret salah satu kaki saat merangkak, atau hanya bisa menggapai sesuatu dengan salah satu tangan.
  • Kemampuan motorik bayi yang terhambat, misalnya merangkak atau duduk.
  • Terhambatnya kemampuan bicara.
  • Gaya berjalan yang tidak normal, misalnya berjalan agak jongkok, kaki menyilang seperti gunting, atau terbuka lebar-lebar.
  • Kesulitan dalam makan atau menelan.
  • Terus-menerus mengeluarkan air liur.

Bagian tubuh yang terkena dampak lumpuh otak bermacam-macam. Ada yang hanya mengenai salah satu sisi tubuh, bagian kaki saja, lengan saja, atau kaki sekaligus lengan. Selain masalah koordinasi dan gerakan tubuh, lumpuh otak juga dapat menyebabkan beberapa gejala gangguan saraf lain, di antaranya:

  • Kejang-kejang.
  • Gangguan kecerdasan.
  • Gangguan mental.
  • Tidak dapat menahan air kencing atau inkonsistensi urine.
  • Respon yang tidak normal terhadap sentuhan atau rasa nyeri.
  • Gangguan penglihatan dan pendengaran.
  • Kesulitan menelan (disfagia) dan mengeluarkan air liur terus menerus.
  • Konstipasi.
  • Kesulitan berbicara atau disartria.
  • Kelainan pada bentuk tulang, khususnya pada tulang pinggul dan tulang belakang atau skoliosis.

Temuilah dokter jika Anda merasa khawatir dengan perkembangan anak Anda. Dokter atau pun dokter spesialis nantinya akan membantu mengidentifikasi masalah yang dialami oleh anak Anda tersebut.

Penyebab lumpuh otak

Adanya masalah pada bagian otak besar yang berfungsi mengatur gerakan, kemampuan mendengar, bicara, dan belajar merupakan penyebab terjadinya lumpuh otak. Masalah ini bisa terjadi sebelum atau sesudah bayi lahir, ketika otak tidak berkembang dengan baik, dan juga diduga dipicu oleh beberapa faktor berikut ini.

  • Infeksi yang dialami oleh sang ibu di masa kehamilan yang dapat menular pada pada janin. Contohnya cacar, rubella, sifilis, infeksi parasit toksoplasmosis, dan infeksi sitomegalovirus.
  • Terganggunya suplai darah yang berguna untuk perkembangan otak janin atau disebut juga sebagai stroke janin.
  • Infeksi pada otak bayi setelah lahir, misalnya sakit kuning yang parah dan tidak bisa diobati, ensefalitis, atau meningitis.
  • Cedera parah di kepala akibat terjatuh atau kecelakaan lainnya.
  • Kurangnya suplai oksigen pada bayi selama proses kelahiran.
  • Kelahiran prematur, yaitu pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu.
  • Kelahiran sungsang.
  • Kasus bayi kembar. Rahim yang diisi secara bersamaan oleh lebih dari satu bayi bisa menimbulkan masalah. Jika terjadi kematian pada salah satu bayi tersebut, maka ada peluang bagi bayi lainnya untuk terkena lumpuh otak.
  • Berat badan bayi yang rendah saat lahir, yaitu kurang dari 2,5 kilogram.
  • Perubahan pada gen yang memiliki peran dalam perkembangan otak.

Namun demikian, para peneliti menduga ada tiga penyebab utama lumpuh otak yang pada sebagian besar kasus terjadi sebelum kelahiran, yaitu:

  • Adanya kerusakan pada substansi putih yang ada di otak, yaitu periventricular leukomalacia (PVL) atau white matter damage (WMD). Gangguan ini bisa diakibatkan oleh kelahiran prematur, ibu yang memiliki tekanan darah sangat rendah, dan ibu yang menderita infeksi.
  • Perkembangan otak yang tidak normal. Gangguan ini bisa dipicu oleh adanya mutasi pada gen yang berperan dalam perkembangan otak, infeksi yang diidap ibu, dan cedera atau trauma pada kepala bayi yang belum lahir.
  • Perdarahan intrakranial (kepala) yang umumnya dialami oleh bayi prematur, dan stroke. Perdarahan intrakranial dapat juga dialami oleh bayi yang mengalami stroke walau belum dilahirkan. Beberapa faktor risiko pada bayi yang belum lahir, antara lain:
    • Ibu dengan tekanan darah yang tinggi.
    • Ibu yang mengidap infeksi selama kehamilan, seperti penyakit radang panggul atau rahim (pelvic inflammatory disease/PID).
    • Kehamilan anak kembar dengan kondisi kehilangan salah satu anak selama kehamilan.
    • Kondisi awal, seperti kelainan pada pembuluh darah bayi atau plasenta ibu.

    Sumber: http://www.alodokter.com/lumpuh-otak

    Want to know more about this diagnosis? Ask WeCare.id Medical Team

    Patient Updates

    Picture

    Kamis, 14 Desember 2017

    Crowdfunding Background

    Di usianya yang sudah hampir 5 tahun, Fadhil belum bisa berjalan, tidak sesuai dengan perkembangan anak yang seharusnya. Dokter mendiagnosis Fadhil menderita cerebral palsy. Selain cerebral palsy, Fadhil juga didiagnosis menderita GERD (Gastroesophageal reflux diseases) atau penyakit asam lambung. Anak berusia 5 tahun ini harus menggunakan selang makan (NGT) untuk bisa mendapatkan nutrisi dan disarankan mengonsumsi susu peningkat gizi. Saat ini orang tua Fadhil tidak sanggup jika harus membeli susu peningkat gizi yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah per bulan. Oleh karena itu, penggalangan dana dilakukan untuk kebutuhan susu Fadhil selama 3 bulan. 


    Proposed By

    Medikator WeCare.id

    WeCare.id

    Funded by

      PREV
      NEXT

    Hospitalized at

    Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo
    Jl. Diponegoro No. 71, Senen, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

    Fundraiser

      PREV
      NEXT

    Share informations about Fadhil in social media

    WeCare.id Share on Facebook

    Search for other patients

    Lucia (56)

    Jawa Barat

    Appendicitis

    Ms. Lucia, 56 years old, had a severe abdominal pain. The pain she felt was unbearable that day. Soon, her brother took her to the nearest hospital in Bandung. When admitted to the hospital, Ms. Lucia's complained of pain in the abdomen that often occurs. Then, a CT scan procedure was performed t
    Read More
    115.53726907631% funded
    10069073 funded
    8715000 to go
    57 donors

    By Syahyatul (0)

    Banten

    Respiratory Distress Syndrome

    Every mother wants to be able to give birth to a healthy child. It is also felt by Syahyatul's mother. Syahyatul was born in Tangerang. Syahyatul's mother expects her child to be born at a normal time, but fate says otherwise. When the mother of Syahyatul's pregnancy turns 32 weeks old, the baby
    Read More
    0% funded
    11809600 funded
    0 to go
    34 donors

    Fasha (11)

    Jawa Barat

    Tuberculous Meningitis

    At teenagers age, people tend to try for new things. Unfortunately, Fasha, 11 years old, suffered from a disease in the days leading up to her teenage years so it's limited her to do such things. A few weeks ago it was known that there was a lump on some parts of Fasha's body. Fasha was diagnosed
    Read More
    6.6168361720377% funded
    810000 funded
    12241500 to go
    5 donors