Bu Yuli Alami Kesulitan Gerak dan Bicara Akibat Perdarahan Subdural

img-medikator
Rehab Medik

Yuli Kristianti

    donatur
terdanai

Funded

Needed

Bantu Bu Yuli Melawan Penyakitnya!


Pada tahun 2019, tiba-tiba bu Yuli terjatuh dari kamar mandi dan kepalanya terbentur lantai. Setelah dilakukan pemeriksaan CT-Scan ternyata bu Yuli mengalami perdarahan yang semakin parah selama 1 minggu. Ibu Yuli juga tidak merespon ketika diajak berkomunikasi dan keempat anggota gerak mulai menekuk.

Perjuangan bu Yuli selama 2 tahun melawan sakitnya belum juga membaik. Hingga saat ini bu Yuli terus menerus berbaring ditempat tidur, sehingga menyebabkan adanya luka tekan di bagian bokong sampai terlihat bagian tulangnya. Dengan kondisi ini mengharuskan bu Yuli bolak balik rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dari dokter rehab medik dan bedah plastik.

Kata dokter, bu Yuli harus menggunakan kursi roda tetraplegik untuk memudahkan mobilisasi/ dipindahkan saat pergi berobat ke rumah sakit. Namun bu Yuli belum memiliki kursi roda tersebut karena permasalahan biaya.

Suami dari bu Yuli tidak bekerja karena harus merawat sang istri yang sakit dan juga mengurus 2 anak-anaknya yang masih duduk dibangku sekolah dasar. Keluarga bu Yuli mengandalkan bantuan dari sanak saudara untuk biaya hidup sehari-hari. Ibu Yuli hanya berharap kondisinya kembali sehat seperti sedia kala supaya suaminya bisa mencari nafkah lagi dan tidak lagi terbebani olehnya.

Ibu Yuli dibantu oleh komunitas Teman Rehab untuk proses penggalangan dana ini. Teman Rehab adalah suatu komunitas kumpulan dokter-dokter yang peduli terhadap pasien-pasien rehabilitasi medik atau pasien dengan disabilitas. Disini mereka membantu dalam proses perawatan dan pemilihan alat yang tepat untuk perawatan bu Yuli.

Jika ingin membantu inisiatif Teman Rehab lainnya, bisa kunjungi Campaign Page mereka di Teman Rehab

Para Donatur (0)

Perkembangan

Diagnosa

Subdural hematoma atau juga disebut perdarahan subdural adalah kondisi ketika darah menumpuk di antara dua lapisan di otak, yaitu lapisan arachnoid dan lapisan dura atau meningeal.

Dalam kebanyakan kasus, hematoma subdural ini muncul karena cedara kepala yang parah. Pada kondisi ini, darah akan mengisi area otak dengan cepat. Kondisi inilah yang akhirnya bisa menyebabkan hematoma subdural akut.

Selain cedera kepala yang parah, hematoma subdural juga bisa terjadi akibat cedera kepala yang ringan. Kondisi ini umumnya terjadi pada lansia atau orang tua karea pembuluh darahnya umumnya sudah melonggar akibat atrofi otak. Ada kemungkinan kondisi ini tak diektahui hingga beberapa hari, bahkan minggu. Dalam dunia medis kondisi ini disebut dengan hematoma subdural “kronis”

Ketika seseorang mengalami hematoma subdural, maka dirinya akan mengalami beberapa gejala medis. Gejala ini bergantung pada tingkat keparah cedera yang dialami, ukuran, dan lokasi hematoma. Gejala dapat segera muncul atau beberapa minggu setelah cedera. Namun, ada pula beberapa orang yang terlihat baik-baik saja (lucid interval) setelah mengalami cedera. Namun, lama-kelamaan tekanan pada otak dapat menyebabkan gejala:
* Kehilangan atau perubahan tingkat kesadaran.
* Sakit kepala.
* Bicara melantur.
* Perubahan kepribadian.
* Napas yang abnormal.
* Kesulitan berjalan.
* Kelemahan pada satu sisi tubuh.

Sumber:
https://www.halodoc.com/kesehatan/hematoma-subdural

Rincian Dana

Disbursement


Total disbursement dana untuk campaign ini


Berikut adalah detail transaksi pencairan dana :

Tanggal
Transaction
Amount

Fundraisers (0)

This patient does not have fundraiser

Help this campaign as a fundraiser. The fund you collected will directly fund this patient.


Become a Fundraiser

Bantu Bu Yuli Melawan Penyakitnya!


Pada tahun 2019, tiba-tiba bu Yuli terjatuh dari kamar mandi dan kepalanya terbentur lantai. Setelah dilakukan pemeriksaan CT-Scan ternyata bu Yuli mengalami perdarahan yang semakin parah selama 1 minggu. Ibu Yuli juga tidak merespon ketika diajak berkomunikasi dan keempat anggota gerak mulai menekuk.

Perjuangan bu Yuli selama 2 tahun melawan sakitnya belum juga membaik. Hingga saat ini bu Yuli terus menerus berbaring ditempat tidur, sehingga menyebabkan adanya luka tekan di bagian bokong sampai terlihat bagian tulangnya. Dengan kondisi ini mengharuskan bu Yuli bolak balik rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dari dokter rehab medik dan bedah plastik.

Kata dokter, bu Yuli harus menggunakan kursi roda tetraplegik untuk memudahkan mobilisasi/ dipindahkan saat pergi berobat ke rumah sakit. Namun bu Yuli belum memiliki kursi roda tersebut karena permasalahan biaya.

Suami dari bu Yuli tidak bekerja karena harus merawat sang istri yang sakit dan juga mengurus 2 anak-anaknya yang masih duduk dibangku sekolah dasar. Keluarga bu Yuli mengandalkan bantuan dari sanak saudara untuk biaya hidup sehari-hari. Ibu Yuli hanya berharap kondisinya kembali sehat seperti sedia kala supaya suaminya bisa mencari nafkah lagi dan tidak lagi terbebani olehnya.

Ibu Yuli dibantu oleh komunitas Teman Rehab untuk proses penggalangan dana ini. Teman Rehab adalah suatu komunitas kumpulan dokter-dokter yang peduli terhadap pasien-pasien rehabilitasi medik atau pasien dengan disabilitas. Disini mereka membantu dalam proses perawatan dan pemilihan alat yang tepat untuk perawatan bu Yuli.

Jika ingin membantu inisiatif Teman Rehab lainnya, bisa kunjungi Campaign Page mereka di Teman Rehab

Diagnosa

Subdural hematoma atau juga disebut perdarahan subdural adalah kondisi ketika darah menumpuk di antara dua lapisan di otak, yaitu lapisan arachnoid dan lapisan dura atau meningeal.

Dalam kebanyakan kasus, hematoma subdural ini muncul karena cedara kepala yang parah. Pada kondisi ini, darah akan mengisi area otak dengan cepat. Kondisi inilah yang akhirnya bisa menyebabkan hematoma subdural akut.

Selain cedera kepala yang parah, hematoma subdural juga bisa terjadi akibat cedera kepala yang ringan. Kondisi ini umumnya terjadi pada lansia atau orang tua karea pembuluh darahnya umumnya sudah melonggar akibat atrofi otak. Ada kemungkinan kondisi ini tak diektahui hingga beberapa hari, bahkan minggu. Dalam dunia medis kondisi ini disebut dengan hematoma subdural “kronis”

Ketika seseorang mengalami hematoma subdural, maka dirinya akan mengalami beberapa gejala medis. Gejala ini bergantung pada tingkat keparah cedera yang dialami, ukuran, dan lokasi hematoma. Gejala dapat segera muncul atau beberapa minggu setelah cedera. Namun, ada pula beberapa orang yang terlihat baik-baik saja (lucid interval) setelah mengalami cedera. Namun, lama-kelamaan tekanan pada otak dapat menyebabkan gejala:
* Kehilangan atau perubahan tingkat kesadaran.
* Sakit kepala.
* Bicara melantur.
* Perubahan kepribadian.
* Napas yang abnormal.
* Kesulitan berjalan.
* Kelemahan pada satu sisi tubuh.

Sumber:
https://www.halodoc.com/kesehatan/hematoma-subdural

Para Donatur (0)

Fundraisers (0)

This patient does not have fundraiser

Help this campaign as a fundraiser. The fund you collected will directly fund this patient.


Become a Fundraiser

Perkembangan

Rincian Dana

Disbursement


Total disbursement dana untuk campaign ini


Berikut adalah detail transaksi pencairan dana :

Tanggal
Transaction
Amount
Donate Now

Hit Enter to search. Hit Esc to exit

snackbar