Sabila

6831000

funded

0

to go

22

donors

100% funded
Fully funded

Ditinggal ayah meninggal dan tidak diurus Ibu, Sabila membutuhkan perhatianmu!

Sabila - menderita Epilepsy

Masihkah ada asa untuk Sabila? mungkin itu yang terlintas pertama kali apabila melihat kondisi memprihatinkan anak usia 9 tahun ini.  Sabila harus menerima cobaan begitu berat sejak lahir. Sang ayah telah meninggal dunia, dan ibunya pergi tidak mengurusnya. Bersyukur, nenek dari ayahnya dan sang tante sukarela merawat anak malang ini. Sabila mengalami keterlambatan perkembangan dari usia 9 bulan, dan sejak usia 1 tahun, Sabila sering mengalami kejang. Ketika kejang, matanya medelik ke atas, serta tangan dan kakinya kaku. Ia didiagnosis menderita epilepsi. 


Tante dan nenek Sabila rutin mengantar ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisinya. Diketahui juga bahwa Sabila menderita cerebral palsy serta mengalami disabilitas intelektual. Disabilitas intelektual adalah penyakit yang menyangkut kemampuan dan kecerdasan anak. Kecerdasan pasien dengan penyakit ini dibawah rata rata, namun mereka tetap memiliki potensi dan bahkan pada bidang tertentu mereka memiliki kelebihan.


Dengan kondisi demikian pun, keluarga Sabila tidak pernah menyerah. Kasih sayang dan perhatian tetap mereka berikan untuk Sabila. Namun, mereka juga memiliki keterbatasan dari segi finansial. Epilepsi yang dialami Sabila membuatnya harus mengonsumsi obat kejang seumur hidup. Obat yang harus dibeli mencapai jutaan rupiah per bulan. 


Mari bantu pengobatan Sabila! 


Jika mendapatkan bantuan, donasi akan digunakan untuk membeli obat Depakene untuk 3 bulan. 

  • Obat-Obatan

    Rp6.210.000

    Depakene 9 x 230.000 x 3 bulan

  • Biaya Operasional WeCare.id

    Rp621.000

    Biaya operasional wecare.id 10%

Read more about WeCare.id Operational Fund

Epilepsi

Penyakit epilepsi atau ayan adalah suatu kondisi yang dapat menjadikan seseorang mengalami kejang secara berulang. Kerusakan atau perubahan di dalam otak diketahui sebagai penyebab pada sebagian kecil kasus epilepsi. Namun pada sebagian besar kasus yang pernah terjadi, penyebab masih belum diketahui secara pasti.

Di dalam otak manusia terdapat neuron atau sel-sel saraf yang merupakan bagian dari sistem saraf. Tiap sel saraf saling berkomunikasi dengan menggunakan impuls listrik. Pada kasus epilepsi, kejang terjadi ketika impuls listrik tersebut dihasilkan secara berlebihan sehingga menyebabkan perilaku atau gerakan tubuh yang tidak terkendali.


Penyandang Disabilitas Intelektual

Setiap orang yang mengalami keterbatasan fungsi pikir dan/atau fungsi adaptif karena tingkat kecerdasan di bawah rata-rata dalam jangka waktu yang lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dan sikap masyarakatnya dapat menemui hambatan yang menyulitkan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif berdasarkan kesamaan hak

Perubahan pandangan tentang kata “Mental Retardation” menjadi “Intelectual Disability” merupakan pendapat yang sangat mendasar. Disabilitas intelektual bukanlah penyakit jiwa/ mental atau yang berkaitan dengan masalah kejiwaan. Sakit jiwa/mental berkaitan langsung dengan disintegrasi kepribadian, Setiap orang mempunyai peluang untuk mengalami penyakit jiwa. Sementara disabilitas intelektual menyangkut kemampuan dan kecerdasan mereka. Kecerdasan mereka dibawah rata rata, namun mereka tetap memiliki potensi dan bahkan pada bidang tertentu mereka memiliki kelebihan.

Karakteristik Penyandang Disabilitas Intelektual

1. Berdasarkan Tingkat Intelegensi / IQ

- Karakteristik Borderline dan Mild (Ringan)

Standar IQ antara 52 – 79 meliputi:

  • perkembangan fungsi fisiknya agak terlambat
  • pertumbuhan (tinggi dan berat badan) dan perkembangan seksual tidak jauh berbeda dengan individu lain yang seusia
  • kurang memiliki kekuatan, kecepatan dan koordinasi; sering mengalami masalah kesehatan
  • perhatiannya kurang, sulit untuk berkonsentrasi
  • mampu melakukan keterampilan menolong dan mengurus dirinya sendiri
  • mampu bekerja asal mendapat pendampingan; kurang mampu untuk mengatur keuangan.

- Karakteristik Moderate (sedang)

Standar IQ 36 – 51 meliputi:

  • masih dapat dilatih membaca dan menulis yang sangat sederhana dan bersifat fungsional
  • dapat dilatih mengurus dirinya sendiri dengan tetap mendapatkan pendampingan (makan,minum, berpakaian, mandi)
  • dapat dilatih beberapa keterampilan tertentu yang sederhana
  • dapat dilatih menyesuaikan dengan lingkungan rumah atau sekitarnya
  • kurang dapat melindungi diri, sehingga sebaiknya berada dilingkungan yang terlindung
  • mengalami kekurangan kemampuan untuk mengingat, menggeneralisasi, bahasa, konseptual, kreativitas, sehingga tugas yang diberikan kepada mereka harus sederhana, singkat dan relevan
  • diantaranya ada yang menampakan kelainan fisik yang merupakan kelainan bawaan (Down Syndrome); kurang mampu mengontrol diri (hasrat seksual, dll).

- Karakteristik Severe and Profound (berat)

Standar IQ 20 – 35 meliputi:

  • tidak mampu mengurus diri sendiri
  • tidak mampu bersosialisasi atau berinteraksi dengan baik
  • sangat membutuhkan bantuan orang lain untuk mengurus kebutuhan diri sendiri

Berdasarkan Fungsi perilaku adaptif / SQ

- Penyandang disabilitas intelektual (PDI) ringan (mild)

Penyandang disabilitas yang memiliki kesulitan memenuhi tuntutan akademik, secara umum keterampilan komunikasi dan sosial dapat berkembang sama dengan individu lainnya ketika masa usia pra sekolah, dan mulai menunjukkan perbedaan ketika usia sekolah;

- Penyandang disabilitas intelektual (PDI) sedang (moderate)

Penyandang disabilitas yang biasanya mengembangkan keterampilan komunikasi dan sosial selama awal kehidupan anak-anak saja, dan setelah masa kanak-kanak akan mengalami kesulitan perkembangan komunikasi dan sosial. Dapat dilatih untuk melakukan pekerjaan dengan pengawasan. Dapat belajar rawat diri bersifat dasar, tetapi membutuhkan pengawasan yang lebih.

- Penyandang disabilitas intelektual (PDI) berat (Severe dan Profound)

Penyandang disabilitas yang mempunyai kemampuan berbicara secara komunikatif biasanya tidak dapat berkembang sejak usia masa anak-anak. Memerlukan perawatan dan perlindungan secara total dalam kehidupan sehari hari.


Sumber: 

1. https://www.alodokter.com/epilepsi

2. http://mediadisabilitas.org/uraian/ind/disabilitas-intelektual 

Want to know more about this diagnosis? Ask WeCare.id Medical Team

Patient Updates Information of this patient is not available yet

Proposed By

Medikator WeCare.id

WeCare.id

Hospitalized at

Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo
Jl. Diponegoro No. 71, Senen, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

Fundraiser

  PREV
  NEXT

Share informations about Sabila in social media

WeCare.id Share on Facebook

Search for other patients

Lucia (56)

Jawa Barat

Appendicitis

Ms. Lucia, 56 years old, had a severe abdominal pain. The pain she felt was unbearable that day. Soon, her brother took her to the nearest hospital in Bandung. When admitted to the hospital, Ms. Lucia's complained of pain in the abdomen that often occurs. Then, a CT scan procedure was performed t
Read More
115.53726907631% funded
10069073 funded
8715000 to go
57 donors

By Syahyatul (0)

Banten

Respiratory Distress Syndrome

Every mother wants to be able to give birth to a healthy child. It is also felt by Syahyatul's mother. Syahyatul was born in Tangerang. Syahyatul's mother expects her child to be born at a normal time, but fate says otherwise. When the mother of Syahyatul's pregnancy turns 32 weeks old, the baby
Read More
0% funded
11809600 funded
0 to go
34 donors

Fasha (11)

Jawa Barat

Tuberculous Meningitis

At teenagers age, people tend to try for new things. Unfortunately, Fasha, 11 years old, suffered from a disease in the days leading up to her teenage years so it's limited her to do such things. A few weeks ago it was known that there was a lump on some parts of Fasha's body. Fasha was diagnosed
Read More
6.6168361720377% funded
810000 funded
12241500 to go
5 donors