Ditinggal ayah meninggal dan tidak diurus Ibu, Sabila membutuhkan perhatianmu!

Bantu Sabila sekarang

100% funded

6831000

funded

0

to go

Kisah Sabila

Masihkah ada asa untuk Sabila? mungkin itu yang terlintas pertama kali apabila melihat kondisi memprihatinkan anak usia 9 tahun ini.  Sabila harus menerima cobaan begitu berat sejak lahir. Sang ayah telah meninggal dunia, dan ibunya pergi tidak mengurusnya. Bersyukur, nenek dari ayahnya dan sang tante sukarela merawat anak malang ini. Sabila mengalami keterlambatan perkembangan dari usia 9 bulan, dan sejak usia 1 tahun, Sabila sering mengalami kejang. Ketika kejang, matanya medelik ke atas, serta tangan dan kakinya kaku. Ia didiagnosis menderita epilepsi. 


Tante dan nenek Sabila rutin mengantar ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisinya. Diketahui juga bahwa Sabila menderita cerebral palsy serta mengalami disabilitas intelektual. Disabilitas intelektual adalah penyakit yang menyangkut kemampuan dan kecerdasan anak. Kecerdasan pasien dengan penyakit ini dibawah rata rata, namun mereka tetap memiliki potensi dan bahkan pada bidang tertentu mereka memiliki kelebihan.


Dengan kondisi demikian pun, keluarga Sabila tidak pernah menyerah. Kasih sayang dan perhatian tetap mereka berikan untuk Sabila. Namun, mereka juga memiliki keterbatasan dari segi finansial. Epilepsi yang dialami Sabila membuatnya harus mengonsumsi obat kejang seumur hidup. Obat yang harus dibeli mencapai jutaan rupiah per bulan. 


Mari bantu pengobatan Sabila! 


Jika mendapatkan bantuan, donasi akan digunakan untuk membeli obat Depakene untuk 3 bulan. 

Patient Updates

Picture

Kamis, 01 Februari 2018

Crowdfunding Background

Sabila had to take the trials so hard from birth. The father has passed away, and his mother goes not to take care of him. Grateful, the grandmother of her father and the aunt volunteered to care for this poor child. Sabila has a developmental delay from the age of 9 months, and since the age of 1 year, Sabila often experiences seizures. When seizure, his eyes flattened upwards, and his arms and legs were stiff. He was diagnosed with epilepsy. It is also known that Sabila suffered from cerebral palsy and experienced intellectual disability. Intellectual disability is a disease related to children's abilities and intelligence. The intelligence of patients with this disease is below average, but they still have potential and even in certain fields they have advantages. Sabila's grandmother and aunt have financial limitations. Epilepsy experienced by Sabila made him have to take seizure medication for life. Drugs that must be purchased reach millions of rupiah per month.


Picture

Rabu, 06 Juni 2018

Crowdfunding begins

The fundraising is done so that the medicines needed by Sabila can be purchased. So far, the best treatment for Sabila is to take medication regularly. The price of the drug per month that is not covered by insurance does indeed feel less expensive for some people, but considering  that Sabila does not have parents and the grandmother who takes care of her only have small income, this medicine cost becomes such a burden for them.


Picture

Rabu, 01 Agustus 2018

Fully Funded

Slow but sure, donations for Sabila have been collected. Every week, WeCare.id team sends the donations that have been collected to purchase Sabila's medicines. Every time the donation is channeled, the aunt who takes care of represents Sabila and her grandmother did not forget to say thank you and gratitude as much as possible to the donors.




A few months ago, the story of Sabila was covered by one of the private TV stations. Her very heartbreaking story was very interesting until the aunt was invited to the television station.





At present, all donations collected have been disbursed to purchase Sabila drugs. His condition would not be normal as a child in general, but his grandmother and aunt were grateful that the seizures experienced by Sabila were controlled because she was taking medication regularly.


Rincian Dana

Obat-Obatan Rp6.210.000
Biaya Operasional WeCare.id Rp621.000

Total Rp6.831.000

Read more about WeCare.id Operational Fund

Epilepsi

Penyakit epilepsi atau ayan adalah suatu kondisi yang dapat menjadikan seseorang mengalami kejang secara berulang. Kerusakan atau perubahan di dalam otak diketahui sebagai penyebab pada sebagian kecil kasus epilepsi. Namun pada sebagian besar kasus yang pernah terjadi, penyebab masih belum diketahui secara pasti.

Di dalam otak manusia terdapat neuron atau sel-sel saraf yang merupakan bagian dari sistem saraf. Tiap sel saraf saling berkomunikasi dengan menggunakan impuls listrik. Pada kasus epilepsi, kejang terjadi ketika impuls listrik tersebut dihasilkan secara berlebihan sehingga menyebabkan perilaku atau gerakan tubuh yang tidak terkendali.


Penyandang Disabilitas Intelektual

Setiap orang yang mengalami keterbatasan fungsi pikir dan/atau fungsi adaptif karena tingkat kecerdasan di bawah rata-rata dalam jangka waktu yang lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dan sikap masyarakatnya dapat menemui hambatan yang menyulitkan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif berdasarkan kesamaan hak

Perubahan pandangan tentang kata “Mental Retardation” menjadi “Intelectual Disability” merupakan pendapat yang sangat mendasar. Disabilitas intelektual bukanlah penyakit jiwa/ mental atau yang berkaitan dengan masalah kejiwaan. Sakit jiwa/mental berkaitan langsung dengan disintegrasi kepribadian, Setiap orang mempunyai peluang untuk mengalami penyakit jiwa. Sementara disabilitas intelektual menyangkut kemampuan dan kecerdasan mereka. Kecerdasan mereka dibawah rata rata, namun mereka tetap memiliki potensi dan bahkan pada bidang tertentu mereka memiliki kelebihan.

Karakteristik Penyandang Disabilitas Intelektual

1. Berdasarkan Tingkat Intelegensi / IQ

- Karakteristik Borderline dan Mild (Ringan)

Standar IQ antara 52 – 79 meliputi:

  • perkembangan fungsi fisiknya agak terlambat
  • pertumbuhan (tinggi dan berat badan) dan perkembangan seksual tidak jauh berbeda dengan individu lain yang seusia
  • kurang memiliki kekuatan, kecepatan dan koordinasi; sering mengalami masalah kesehatan
  • perhatiannya kurang, sulit untuk berkonsentrasi
  • mampu melakukan keterampilan menolong dan mengurus dirinya sendiri
  • mampu bekerja asal mendapat pendampingan; kurang mampu untuk mengatur keuangan.

- Karakteristik Moderate (sedang)

Standar IQ 36 – 51 meliputi:

  • masih dapat dilatih membaca dan menulis yang sangat sederhana dan bersifat fungsional
  • dapat dilatih mengurus dirinya sendiri dengan tetap mendapatkan pendampingan (makan,minum, berpakaian, mandi)
  • dapat dilatih beberapa keterampilan tertentu yang sederhana
  • dapat dilatih menyesuaikan dengan lingkungan rumah atau sekitarnya
  • kurang dapat melindungi diri, sehingga sebaiknya berada dilingkungan yang terlindung
  • mengalami kekurangan kemampuan untuk mengingat, menggeneralisasi, bahasa, konseptual, kreativitas, sehingga tugas yang diberikan kepada mereka harus sederhana, singkat dan relevan
  • diantaranya ada yang menampakan kelainan fisik yang merupakan kelainan bawaan (Down Syndrome); kurang mampu mengontrol diri (hasrat seksual, dll).

- Karakteristik Severe and Profound (berat)

Standar IQ 20 – 35 meliputi:

  • tidak mampu mengurus diri sendiri
  • tidak mampu bersosialisasi atau berinteraksi dengan baik
  • sangat membutuhkan bantuan orang lain untuk mengurus kebutuhan diri sendiri

Berdasarkan Fungsi perilaku adaptif / SQ

- Penyandang disabilitas intelektual (PDI) ringan (mild)

Penyandang disabilitas yang memiliki kesulitan memenuhi tuntutan akademik, secara umum keterampilan komunikasi dan sosial dapat berkembang sama dengan individu lainnya ketika masa usia pra sekolah, dan mulai menunjukkan perbedaan ketika usia sekolah;

- Penyandang disabilitas intelektual (PDI) sedang (moderate)

Penyandang disabilitas yang biasanya mengembangkan keterampilan komunikasi dan sosial selama awal kehidupan anak-anak saja, dan setelah masa kanak-kanak akan mengalami kesulitan perkembangan komunikasi dan sosial. Dapat dilatih untuk melakukan pekerjaan dengan pengawasan. Dapat belajar rawat diri bersifat dasar, tetapi membutuhkan pengawasan yang lebih.

- Penyandang disabilitas intelektual (PDI) berat (Severe dan Profound)

Penyandang disabilitas yang mempunyai kemampuan berbicara secara komunikatif biasanya tidak dapat berkembang sejak usia masa anak-anak. Memerlukan perawatan dan perlindungan secara total dalam kehidupan sehari hari.


Sumber: 

1. https://www.alodokter.com/epilepsi

2. http://mediadisabilitas.org/uraian/ind/disabilitas-intelektual 

Want to know more about this diagnosis? Ask WeCare.id Medical Team

Fundraiser

Partner

Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo
Jl. Diponegoro No. 71, Senen, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

Search for other patients

Primary Immunodeficiency Disease

PID Warriors (7) - DKI Jakarta
Oleh Medikator Pricilia Gunawan H
42.646848121221% funded
86601835 funded
116465540 to go

Hipertensi Pulmonal

Ahmad (3) - DKI Jakarta
Oleh Medikator Shela Putri Sundawa
68.074848484848% funded
56161750 funded
26338250 to go

Penyakit Jantung Bawaan

Arshaq (0) - DKI Jakarta
Oleh Medikator Hana Ardi
73.66460807601% funded
25585560 funded
9146940 to go