Menderita penyakit langka, Rilana mengharapkan bantuanmu!

WeCare.id

Rilana L

Jumlah donatur 18
20.03% terdanai
Rp.1,851,165,-

Terdanai

Rp.7,388,835,-

Kekurangan

Bantu campaign ini dengan menjadi fundraiser. Dana yang kamu kumpulkan akan disalurkan langsung untuk pasien ini.

Menjadi Fundraiser

"Ma, aku mau main sama Ayah, Ayah kapan pulang?" Rilana yang sangat rindu dengan ayahnya itu tidak peduli dengan sakit yang dideritanya. Ia hanya ingin tertawa bersama sang ayah yang sedang bekerja sebagai buruh di Malaysia. Rilana menderita penyakit langka sejak lahir yang disebut dengan Tetralogy of Falot. Tetralogy of Fallot atau TOF adalah gangguan pada bayi yang disebabkan oleh kombinasi empat penyakit jantung bawaan saat lahir. TOF memengaruhi struktur jantung, sehingga menyebabkan darah yang dipompa jantung ke seluruh tubuh tidak mengandung cukup oksigen.

Awalnya kulit Rilana membiru yang membuat ibunya panik. "Saya takut kehilangan Rilana", ungkap sang Ibu. Operasi adalah tindakan medis yang paling tepat dilakukan untuk penyakit ini. Rilana harus dioperasi di Jakarta, kota yang jauh dari kampung halamannya. Keluarga Rilana tinggal di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Mereka harus menempuh perjalanan darat dan udara untuk bisa ke Jakarta. "Anak saya juga butuh susu, saya tidak mampu beli saat ini" imbuh Ibunda Rilana.

Biaya tiket pesawat dan perjalanan darat ke Jakarta tentu sangat mahal bagi orang tua Rilana. Penghasilan mereka hanya cukup untuk biaya sehari-hari. Jika mendapatkan bantuan, mereka sangat ingin segera ke Jakarta dan anaknya dioperasi sehingga tidak perlu khawatir lagi dengan keadaan sang buah hati.

Mari bantu Rilana agar bisa berobat ke Jakarta!

Perkembangan

Diagnosa

Tetralogy of Fallot atau TOF adalah gangguan pada bayi yang disebabkan oleh kombinasi empat penyakit jantung bawaan saat lahir. TOF memengaruhi struktur jantung, sehingga menyebabkan darah yang dipompa jantung ke seluruh tubuh tidak mengandung cukup oksigen. TOF termasuk kondisi langka, terjadi pada 1 dari 2500 kelahiran, dan baru terdeteksi setelah bayi lahir.

Oksigen yang dihirup melalui proses pernapasan akan terlarut ke dalam darah di dalam pembuluh darah vena paru-paru. Darah yang telah diperkaya oksigen tersebut akan masuk ke serambi (atrium) kiri jantung, lalu diteruskan ke bilik (ventrikel) kiri melalui katup yang dinamakan katup mitral. Setelah ventrikel kiri penuh oleh darah, katup mitral akan menutup untuk mencegah darah kembali ke atrium kiri. Saat ventrikel kiri berkontraksi, darah yang telah diperkaya oksigen tadi akan dialirkan ke seluruh tubuh melalui katup aorta dan pembuluh darah aorta sendiri. Pembuluh aorta merupakan pembuluh darah arteri terbesar di dalam tubuh.

Setelah seluruh sel tubuh menggunakan oksigen, darah yang miskin oksigen ini akan kembali ke jantung melalui pembuluh darah balik (vena). Kemudian darah tersebut akan masuk ke atrium kanan jantung, untuk kemudian diteruskan ke ventrikel kanan melalui katup trikuspid. Setelah ventrikel kanan dipenuhi darah, katup trikuspid akan menutup, untuk mencegah darah kembali masuk ke atrium kanan. Saat ventrikel kanan berkontraksi, darah yang mengandung sedikit oksigen tadi akan keluar dari jantung melalui katup pulmonal, kemudian menuju paru-paru untuk dioksigenasi kembali.

Pada bayi dengan TOF, proses di atas tidak berjalan normal. Hal itu disebabkan oleh kombinasi empat kelainan jantung bawaan. Kombinasi kelainan tersebut menyebabkan bercampurnya darah yang kaya oksigen dari ventrikel kiri, dengan darah yang kekurangan oksigen dari ventrikel kanan, dan menyebabkan kerja jantung menjadi berat. Kondisi ini membuat tubuh tidak memperoleh oksigen yang cukup dan bisa terjadi gagal jantung.

Kombinasi empat kelainan jantung bawaan tersebut adalah: * Ventricular septal defect (VSD). Munculnya lubang abnormal yang terbentuk di dinding yang memisahkan ventrikel kanan dan kiri. * Pulmonary valve stenosis. Kondisi ketika katup pulmonal menyempit, sehingga darah yang menuju paru-paru berkurang. * Posisi aorta yang abnormal, yaitu bergeser ke kanan mengikuti VSD yang terbentuk. * Right ventricular hypertrophy atau penebalan abnormal pada ventrikel kanan. Kondisi ini terjadi akibat kerja jantung yang terlalu berat. Jika kondisi ini terus berlangsung, jantung bisa melemah dan terjadi gagal jantung.

Gejala Tetralogy of Fallot Gejala TOF tergantung pada tingkat keparahan gangguan aliran darah dari bilik jantung sebelah kanan dan aliran darah ke paru-paru. Umumnya, gejala yang dialami penderita TOF meliputi:

  • Sesak napas, terutama saat beraktivitas, misalnya pada saat bayi menyusu.
  • Kulit dan bibir membiru (sianosis) akibat peredaran darah yang kekurangan kadar oksigen. Kondisi sianosis ini bisa memburuk saat bayi menangis.
  • Kuku tangan dan kaki berbentuk bulat dan cembung (clubbing fingers) akibat pembesaran tulang atau kulit di sekitar kuku.
  • Mudah lelah.
  • Rewel
  • Berat badan tidak bertambah.
  • Gangguan tumbuh kembang.
  • Penyebab Tetralogy of Fallot

TOF terjadi dalam masa kehamilan ketika jantung bayi berkembang, namun belum diketahui mengapa hal tersebut terjadi. Ada sejumlah faktor yang meningkatkan risiko terjadinya Tetralogy of Fallot, antara lain: * Infeksi virus pada masa kehamilan, misalnya rubella (campak Jerman). * Usia ibu di atas 40 tahun saat hamil. * Diabetes saat kehamilan. * Kekurangan gizi selama masa kehamilan. * Memiliki salah satu atau kedua orang tua dengan kelainan yang sama. * Konsumsi minuman beralkohol selama masa kehamilan. * Adanya kelainan bawaan lain, seperti sindrom Down atau sindrom DiGeorge.

Sumber: https://www.alodokter.com/tetralogy-of-fallot

Rincian Dana

Dana operasional Wecare.Id
Rp.840,000,-
Transportasi
Rp.8,400,000,-

Total
Rp.9,240,000,-


Disbursement


Total disbursement dana untuk pasien
Rp.0,-


Belum ada riwayat disbursement.



Para Donatur (18)

Fundraisers (0)

Belum ada Fundraiser

Bantu campaign ini dengan menjadi fundraiser. Dana yang kamu kumpulkan akan disalurkan langsung untuk pasien ini.


Menjadi Fundraiser

Hit Enter to search. Hit Esc to exit