Menderita lupus hingga harus transfusi hampir setiap minggu, Revalia membutuhkan bantuanmu!

Medikator WeCare.id

Revalia

Jumlah donatur 48
11.26% terdanai
Rp.6,279,346,-

Terdanai

Rp.49,490,654,-

Kekurangan

Bantu campaign ini dengan menjadi fundraiser. Dana yang kamu kumpulkan akan disalurkan langsung untuk pasien ini.

Menjadi Fundraiser

Revalia, gadis kecil yang malang ini punya beban hidup yang tidak biasa. Disaat anak-anak seusianya bebas bermain dan gembira, ia sering tertunduk lemas karena sakit yang dialami. Revalia terdiagnosis penyakit lupus eritematosus sistemik atau yang dikenal dengan SLE, yaitu gangguan sistem kekebalan yang terjadi di dalam tubuh. Penyakit ini termasuk ke dalam penyakit autoimun yang menyebabkan sel-sel tubuh rusak dan mengalami peradangan. Pada SLE, peradangan terjadi di hampir seluruh organ tubuh.

Anak yang biasa dipanggil Reva ini juga mengalami anemia gravis (berat), yaitu kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah yang mengandung hemoglobin untuk menyebarkan oksigen ke seluruh organ tubuh. Alhasil, gadis berusia 14 tahun ini harus ditransfusi darah hampir setiap minggu. Reva juga sudah menjalankan terapi imunosupresi (menekan sistem imun), namun hasilnya masih kurang responsif, sehingga dokter menyarankan untuk pemberian terapi lini dua.

Obat yang dibutuhkan Reva sangat mahal bagi orang tuanya. Untuk dua kali pemberian, harganya mencapai 50 jutaan rupiah dan tidak termasuk dalam formularium nasional, sehingga mereka perlu menggunakan biaya sendiri. Ibunda Reva bekerja sebagai karyawan Day Care dan penghasilannya hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Itu pun terkadang kurang, berhubung Reva harus bolak-balik ke rumah sakit di Jakarta sedangkan rumahnya di Bekasi.

Mari bantu pengobatan Reva!

Perkembangan

Diagnosa

SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS

Systemic Lupus Erythematosus atau biasa disingkat SLE adalah salah satu jenis penyakit lupus yang paling banyak terjadi di dunia.

SLE menyebabkan peradangan di hampir seluruh organ tubuh, seperti sendi, kulit, paru-paru, jantung, pembuluh darah, ginjal, sistem saraf, dan sel-sel darah.

Kebanyakan orang pengidap lupus jenis dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa kendala dengan melakukan pengobatan yang rutin.

Seberapa umumkah penyakit ini? SLE adalah jenis penyakit lupus yang paling banyak jumlah kasusnya. Penyakit ini bisa dialami oleh siapa saja tanpa membedakan jenis kelamin dan usia. Pria, wanita, tua atau muda sama-sama bisa mengidap lupus.

Meski begitu, berbagai penelitian menyebutkan bahwa wanita cenderung lebih mungkin terkena SLE dibanding pria.

Tanda-tanda & gejala Apa saja tanda dan gejala systemic lupus erythematosus (SLE)? Pada dasarnya setiap orang bisa saja mengalami gejala penyakit lupus yang berbeda-beda tergantung usia, keparahan penyakit, riwayat medis, serta kondisi tubuh masing-masing.

Gejala penyakit lupus juga biasanya dapat berubah-ubah setiap waktu.

Namun, ada beberapa tanda dan gejala khas dari penyakit lupus yang mungkin bisa Anda amati dan waspadai. Beberapa tanda dan gejala khas SLE adalah: * Lemas, lesu, dan tidak bertenaga * Nyeri sendi dan bengkak atau kekakuan, biasanya di tangan, pergelangan tangan dan lutut * Memiliki bintil merah pada bagian tubuh yang sering terkena matahari, seperti wajah (pipi dan hidung) * Fenomena Raynaud membuat jari berubah warna dan menjadi terasa sakit ketika terkena dingin * Sakit kepala * Rambut rontok * Pleurisy (radang selaput paru-paru), yang dapat membuat bernapas terasa menyakitkan, disertai sesak napas * Bila ginjal terkena dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan gagal ginjal

Gejala SLE yang disebutkan di atas mungkin terlihat mirip dengan gejala penyakit lain. Oleh karena itu, bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan serangkaian tes guna memastikan diagnosis yang akurat.

ANEMIA

Anemia adalah suatu kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah yang mengandung hemoglobin untuk menyebarkan oksigen ke seluruh organ tubuh. Dengan kondisi tersebut, penderita biasanya akan merasa letih dan lelah, sehingga tidak dapat melakukan aktivitas secara optimal.

Anemia dapat terjadi dalam jangka waktu pendek maupun panjang, dengan tingkat keparahan ringan sampai berat. Pengobatan kondisi ini bervariasi tergantung pada penyebabnya. Anemia dapat diobati dengan mengonsumsi suplemen secara rutin atau prosedur pengobatan khusus.

Gejala Anemia Anemia dapat dikenali dari gejala-gejala berikut ini: * Badan terasa lemas dan cepat lelah. * Kulit terlihat pucat atau kekuningan. * Detak jantung tidak beraturan. * Napas pendek. * Pusing dan berkunang-kunang. * Nyeri dada. * Tangan dan kaki terasa dingin. * Sakit kepala. * Sulit Berkonsentrasi. * Insomnia. * Kaki kram.

Pada awalnya, gejala anemia sering kali tidak disadari oleh penderita. Gejala anemia akan semakin terasa apabila kondisi yang diderita semakin memburuk. Konsultasi pada dokter sebaiknya dilakukan jika seseorang kerap merasakan lelah tanpa sebab yang jelas.

Sumber: 1. https://www.alodokter.com/anemia 2. https://hellosehat.com/penyakit/lupus-eritematosus-sistemik/

Rincian Dana

Susu
Rp.300,000,-
Biaya Marketing Campaign
Rp.5,070,000,-
Obat-obatan
Rp.50,000,000,-
Biaya Transportasi
Rp.400,000,-

Total
Rp.55,770,000,-


Disbursement


Total disbursement dana untuk pasien
Rp.0,-


Belum ada riwayat disbursement.



Para Donatur (48)

Fundraisers (0)

Belum ada Fundraiser

Bantu campaign ini dengan menjadi fundraiser. Dana yang kamu kumpulkan akan disalurkan langsung untuk pasien ini.


Menjadi Fundraiser

Hit Enter to search. Hit Esc to exit