Hydrocephalus lodges in Nabila's head, your help is expected!

Bantu Nabila A S sekarang

3.6531818181818% funded

401850

funded

10598150

to go

Kisah Nabila A S

Seeing a doctor is easy for urban citizens, but it is very difficult for the folks living in the village, especially those who live in isolated islands. Nabila is a girl from Natuna island, Riau who has difficulty accessing health facilities because her residence is far from the city center. Nabila is a hydrocephalus sufferer who needs regular treatment and examination.


Hydrocephalus is a build-up of fluid in the brain cavity or the so-called ventricle which causes the ventricles in it to enlarge and suppress the organ. This fluid will continue to grow so that the ventricles in the brain enlarge and suppress the structure and brain tissue around it. If not treated immediately, this pressure can damage the tissue and weaken brain function. In addition, this 12-year-old girl also has epilepsy which is a disorder of the central nervous system due to abnormal patterns of electrical activity in the brain. This disease causes complaints of seizures, sensations and unusual behavior, to loss of consciousness.


Nabila was referred to a hospital in Jakarta for her treatment. To be able to go to Jakarta, she needed to cross the island using a wooden boat and then take an airplane to Jakarta. The cost of transportation to the hospital is very expensive for Nabila's family whose income depend on their father's uncertain jobs. His father's income is only around 1 million rupiah per month and that's not even certain. Within a year, Nabila had to control the hospital several times which cost tens of millions of rupiah.



Let's help Nabila to get treatment!

Patient Updates Information of this patient is not available yet

Rincian Dana

Transportasi Rp10.000.000
Biaya Platform & Digital Marketing Pasien Rp1.000.000

Total Rp11.000.000

Read more about WeCare.id Operational Fund

HIDROSEFALUS 

Hidrosefalus adalah penumpukan cairan pada rongga otak atau yang disebut dengan ventrikel. yang mengakibatkan ventrikel-ventrikel di dalamnya membesar dan menekan organ tersebut. Cairan ini akan terus bertambah sehingga ventrikel di dalam otak membesar dan menekan struktur dan jaringan otak di sekitarnya. Jika tidak segera ditangani, tekanan ini dapat merusak jaringan dan melemahkan fungsi otak.

Hidrosefalus dapat diderita oleh segala usia, namun kasus ini sebagian besar terjadi pada bayi dan lansia. Berdasarkan gejalanya, penyakit hidrosefalus dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Hidrosefalus kongenital atau bawaan. Kondisi ini terjadi sejak bayi baru dilahirkan. Bayi yang mengalami hidrosefalus bawaan, kepalanya akan terlihat sangat besar. Ubun-ubun atau fontanel mereka akan tampak menggelembung dan menegang. Dikarenakan kulit kepala bayi masih tipis, maka penggelembungan tersebut membuat urat-urat kepala menjadi terlihat dengan jelas. Bayi-bayi dengan hidrosefalus, memiliki mata yang terlihat seperti memandang ke bawah dan otot-otot kaki terlihat kaku, serta rentan mengalami kejang. Gejala-gejala hidrosefalus bawaan lainnya adalah mudah mengantuk, mual, rewel, dan susah makan.
  2. Hidrosefalus yang didapat atau acquired. Kondisi ini diderita oleh anak-anak dan orang dewasa. Selain penderita akan mengalami mual dan nyeri leher, nyeri kepala juga akan muncul. Nyeri kepala ini biasanya sangat terasa di pagi hari, setelah bangun tidur. Gejala lain dari hidrosefalus tipe ini adalah mengantuk, penglihatan buram, bingung, sulit menahan kemih atau menahan buang air besar, dan sulit berjalan. Jika tidak segera diobati, kondisi ini dapat menyebabkan koma, bahkan kematian.
  3. Hidrosefalus dengan tekanan normal. Kondisi ini umumnya dialami oleh lansia (di atas 60 tahun). Penderita akan kesulitan menggerakkan kaki, sehingga beberapa dari mereka terpaksa menyeret kaki agar dapat berjalan. Gejala lainnya adalah kacaunya kendali kemih yang ditandai dengan sulit menahan buang air kecil atau sering merasa ingin buang air kecil. Selain fisik, hidrosefalus tekanan normal juga berdampak kepada kemampuan berpikir penderita. Mereka akan sulit mencerna informasi dan lambat dalam menanggapi situasi atau pertanyaan.

Segera periksakan bayi, anak, atau diri Anda sendiri ke dokter jika melihat atau merasakan gejala-gejala hidrosefalus. Terutama pada bayi yang menderita hidrosefalus bawaan, jika tidak ditangani dengan tepat, dalam jangka panjang kondisi tersebut dapat mengakibatkan komplikasi seperti:

  • Gangguan koordinasi.
  • Epilepsi.
  • Gangguan penglihatan.
  • Penurunan daya ingat.
  • Kesulitan belajar.
  • Gangguan bicara.
  • Sulit berkonsentrasi dan perhatian mudah teralih.


EPILEPSI

Penyakit epilepsi atau ayan adalah gangguan sistem saraf pusat akibat pola aktivitas listrik otak yang tidak normal. Hal itu menimbulkan keluhan kejang, sensasi dan perilaku yang tidak biasa, hingga hilang kesadaran. Gangguan pada pola aktivitas listrik otak saraf dapat terjadi karena beberapa hal. Baik karena kelainan pada jaringan otak, ketidakseimbangan zat kimia di dalam otak, ataupun kombinasi dari beberapa faktor penyebab tersebut.

Gejala Epilepsi
Kejang merupakan gejala utama penyakit epilepsi yang terjadi saat timbul impuls listrik pada otak melebihi batas normal. Kondisi tersebut menyebar ke area sekelilingnya, dan menimbulkan sinyal listrik yang tidak terkendali. Sinyal tersebut terkirim juga pada otot, sehingga menimbulkan kedutan hingga kejang.

Tingkat keparahan kejang pada tiap penderita epilepsi berbeda-beda. Ada yang hanya berlangsung beberapa detik dan hanya seperti memandang dengan tatapan kosong, atau terjadi gerakan lengan dan tungkai berulang kali.

Penyebab Epilepsi
Kejang pada penderita epilepsi dapat dipicu karena beberapa kondisi, contohnya stres, kelelahan, atau konsumsi obat. Berdasarkan penyebabnya, epilepsi dapat digolongkan menjadi:

  • Epilepsi idiopatik, yaitu epilepsi yang penyebabnya tidak diketahui.
  • Epilepsi simptomatik, yaitu epilepsi yang terjadi akibat suatu penyakit yang menyebabkan kerusakan pada otak.
Epilepsi bisa terjadi pada semua usia, baik wanita atau pria. Namun, umumnya epilepsi bermula pada usia anak-anak, atau malah mulai pada saat usia lebih dari 60 tahun. Epilepsi merupakan penyakit saraf yang paling banyak terjadi. Berdasarkan data WHO tahun 2018, sekitar 50 juta penduduk di dunia mengalami gangguan ini. 


Sumber: alodokter.com

Want to know more about this diagnosis? Ask WeCare.id Medical Team

Total disbursement dana untuk pasien: IDR 0

Detil transaksi pasien:

Date Transaction Amount (IDR) Balance (IDR)
2019-04-10 Donation to patient 22.500 401.850
2019-04-05 Donation to patient 90.000 379.350
2019-04-03 Donation to patient 180.000 289.350
2019-04-01 Donation to patient 90.000 109.350
2019-04-01 Donation to patient 9.000 19.350
2019-03-31 Donation to patient 10.350 10.350

Funded by (6)

Fundraiser

No fundraiser yet.

Atau bantu campaign ini dengan menjadi fundraiser. Dana yang kamu kumpulkan akan disalurkan langsung untuk pasien ini.

Partner

Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo
Jl. Diponegoro No. 71, Senen, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

Search for other patients

DONASI UNIVERSAL

#UNTUKSEMUA (7) - DKI Jakarta
Oleh Medikator Medikator WeCare.id
2.0179068% funded
20179068 funded
979820932 to go
Oleh Medikator Medikator WeCare.id
79.592677056277% funded
91929542 funded
23570458 to go

Prematur, BBLR

Bayi Bu Ati (0) - Jawa Barat
Oleh Medikator Medikator RS Santo Borromeus
29.482037575758% funded
24322681 funded
58177319 to go