Mengalami penurunan kesadaran, Hayati membutuhkan bantuanmu!

Medikator WeCare.id

Hayati C P

Jumlah donatur 10
1.45% terdanai
Rp.785,000,-

Terdanai

Rp.53,413,892,-

Kekurangan

Bantu campaign ini dengan menjadi fundraiser. Dana yang kamu kumpulkan akan disalurkan langsung untuk pasien ini.

Menjadi Fundraiser

Hayati memang lelah, namun ia tidak mau berhenti berjuang. Hayati mengalami penurunan kesadaran setelah dua hari sebelumnya mengalami diare parah hingga ia buang air besar lebih dari 10 kali sehari yang disertai muntah dan sehari sebelumnya mengalami demam hingga 39 derajat Celcius. Saat ibunya mencoba membangunkan dan mengajak bicara, Hayati tidak merespon. Sontak sang ibu langsung membawa Hayati ke unit gawat darurat. Saat dirawat di rumah sakit, Hayati mengalami kejang sebanyak dua kali. Dokter menduga Hayati menderita meningoencephalitis yang disebabkan oleh virus. Meningoencephalitis adalah penyakit infeksi pada meningens (selaput otak) dan ensefal (jaringan otak).

Selain infeksi pada selaput dan jaringan otaknya, Hayati juga mengalami pneumonia berat dan asidosis metabolik. Pneumonia adalah infeksi yang terjadi pada kantung-kantung udara di dalam paru-paru seseorang. Infeksi dapat terjadi pada salah satu sisi paru-paru maupun keduanya. Kantung-kantung udara yang terinfeksi terisi oleh cairan maupun pus (dahak purulen). Adapun asidosis metabolik adalah kondisi yang terjadi ketika kadar asam di dalam tubuh sangat tinggi karena ketidakmampuan ginjal mengeliminasi asam berlebih dari dalam tubuh.

Kondisi Hayati yang cukup kritis membutuhkan biaya perawatan yang besar. Sayangnya, Hayati belum sempat didaftarkan ke BPJS sehingga orang tuanya harus mencari biaya sendiri. Orang tua Hayati sudah menggunakan seluruh tabungan yang mereka miliki dan meminjam uang ke tempat kerja sang ayah,akan tetapi uang yang terkumpul masih belum mencukupi dan biaya perawatan Hayati terus bertambah setiap harinya. Ayah Hayati bekerja sebagai tukang reparasi alat berat yang penghasilannya tidak seberapa, sedangkan ibunya sehari-hari mengurus rumah tangga. Semoga lelahnya Hayati akan berujung kesembuhan.

Mari bantu biaya perawatan Hayati!

Perkembangan

Diagnosa

PNEUMONIA

Pengertian Pneumonia Pneumonia adalah infeksi yang terjadi pada kantung-kantung udara di dalam paru-paru seseorang. Infeksi dapat terjadi pada salah satu sisi paru-paru maupun keduanya. Kantung-kantung udara yang terinfeksi terisi oleh cairan maupun pus (dahak purulen). Penyebab dari pneumonia adalah infeksi virus, bakteri maupun jamur. Di Indonesia, pneumonia ini lebih akrab dikenal dengan istilah paru-paru basah. Penyakit ini bukan hanya dapat menimpa orang dewasa melainkan juga terjadi pada anak-anak, hingga bayi yang baru lahir.

Gejala Pneumonia Gejala dari pneumonia muncul beragam mulai dari yang ringan hingga yang berat, bergantung dari faktor penyebab seperti organisme penyebab infeksinya. Tanda dan gejala yang ringan dapat menyerupai gejala flu seperti, demam dan batuk, namun biasanya durasinya lebih lama daripada flu biasa. Jika penyakit dibiarkan, gejala yang berat dapat muncul, hal ini meliputi:

  • Nyeri dada pada saat bernapas atau batuk.
  • Batuk berdahak.
  • Mudah lelah.
  • Demam dan menggigil.
  • Mual dan muntah.
  • Sesak napas.
  • Gangguan pada kesadaran (terutama pada pengidap yang berusia >65 tahun).
  • Hipotermia (terutama pada pengidap yang berusia >65 tahun dan memiliki gangguan sistem imun).

Pada anak-anak dan bayi, biasanya gejala yang muncul berupa demam tinggi, anak tampak selalu kelelahan, tidak mau makan, batuk produktif, dan sesak napas sehingga napas anak menjadi cepat.

ASIDOSIS METABOLIK

Asidosis adalah kondisi yang terjadi ketika kadar asam di dalam tubuh sangat tinggi. Berdasarkan penyebabnya, kondisi ini dibagi menjadi dua, yaitu asidosis metabolik dan respiratorik.

Penyebab asidosis metabolik adalah ketidakmampuan ginjal mengeliminasi asam berlebih dari dalam tubuh. Asidosis metabolik sendiri bisa dibagi lagi menjadi beberapa subkategori, di antaranya:

  • Asidosis diabetik. Kondisi ini biasanya terjadi pada penderita diabetes dengan kadar insulin atau keton yang tidak terkontrol.
  • Asidosis laktat. Kondisi ini terjadi ketika kandungan asam laktat di dalam tubuh sangat tinggi. Asidosis laktat biasanya dipicu oleh konsumsi alkohol berlebih, penggunaan obat-obatan yang mengandung asam salisilat untuk jangka waktu panjang, atau kondisi-kondisi medis, seperti hipoglikemia, gagal jantung, gagal ginjal, kanker, kejang, sepsis. Selain itu, asidosis laktat juga bisa terjadi ketika tubuh kekuarangan pasokan oksigen untuk waktu yang lama atau ketika seseorang melakukan olahraga secara berlebihan.
  • Asidosis hiperkloremik. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan zat natrium bikarbonat. Hal ini biasa terjadi ketika seseorang mengalami diare atau muntah-muntah untuk jangka waktu yang lama.
  • Asidosis tubulus renalis. Kondisi ini terjadi ketika ginjal tidak dapat membuang asam melalui urine dan justru terkumpul di darah.

MENINGOENSEFALITIS

Meningoensefalitis adalah penyakit infeksi pada meningens (selaput otak) dan ensefal (jaringan otak). Infeksinya bisa disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur yang mungkin awalnya menyerang bagian tubuh lain, seperti telinga, sinus, dan tenggorokan. Pada virus biasanya kondisinya jauh lebih ringan ketimbang bakteri. Penyakit ini paling sering diderita anak usia kecil dari 5 tahun, orang dengan daya tahan tubuh rendah (gangguan sistem imun), dan penularan dari penderita lainnya.

Gejala awal penyakit mungkin sesuai dengan lokasi infeksi pertama, misalnya sakit tenggorok, telinga, atau radang sinus. Ketika penyebab infeksi, seperti bakteri, mulai masuk ke dalam darah dan menyebar hingga ke otak maka disanalah baru perjalanan penyakit dimulai. Gejala-gejala yang akan dijumpai (ringan-berat):

  • Leher terasa kaku susah untuk digerakkan
  • Sakit kepala yang hebat
  • Demam tinggi
  • Kebingungan
  • Mual-muntah
  • Kejang
  • Penurunan kesadaran Seberapa cepat perjalanan penyakit meningoensefalitis sangat bervariasi. Penyebab infeksi lebih cepat berkembangnya, dalam hitungan jam hingga hari sementara virus biasanya berhari-hari.

Meningoensefalitis termasuk penyakit yang cukup fatal. Angka kesakitan dan kematian dari penyakit ini tinggi. Prognosis (peluang kesembuhan) dari meningoensefalitis ini nantinya bergantung pada beberapa faktor, seperti usia pasien, penyebab infeksi, status daya tahan tubuh, dan seberapa cepat penanganan awal. Lebih lanjut mengenai hal ini dapat Anda konsultasikan dengan dokter spesialis saraf.

Sumber: 1. https://www.halodoc.com/kesehatan/pneumonia 2. https://www.alodokter.com/asidosis-metabolik-dan-respiratorik

Rincian Dana

Obat-obatan
Rp.10,771,700,-
Pemeriksaan Penunjang
Rp.7,432,000,-
Tindakan Medis
Rp.5,084,000,-
Rawat Inap
Rp.7,625,000,-
Alat Medis
Rp.18,359,020,-
Biaya Marketing Campaign
Rp.4,927,172,-

Total
Rp.54,198,892,-


Disbursement


Total disbursement dana untuk pasien
Rp.0,-


Belum ada riwayat disbursement.



Para Donatur (10)

Fundraisers (0)

Belum ada Fundraiser

Bantu campaign ini dengan menjadi fundraiser. Dana yang kamu kumpulkan akan disalurkan langsung untuk pasien ini.


Menjadi Fundraiser

Hit Enter to search. Hit Esc to exit