Untuk Qaiz dkk -Primary Immunodeficiency

Jumlah donatur 0
0.00% terdanai
Rp.0,-

Terdanai

Rp.10,000,000,-

Kekurangan


Rajin belajar saja ternyata tidak cukup untuk menjadikan seorang anak dapat meraih mimpinya. Kesehatan merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi performa aktivitas seorang anak. Banyak anak-anak dengan potensi kecerdasan yang baik namun memiliki keterbatasan aktivitas karena sering terkena infeksi akibat penyakit bawaan yang menyebabkan kurangnya komponen kekebalan tubuh yang dinamakan penyakit imunodefisiensi primer (PID). 

Abel, Rizky, Qaiz dan Jason adalah PID warriors! Karena penyakit PID yang mereka derita, para PID warriors ini menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan lebih mudah terkena penyakit. Tetapi, sama seperti anak-anak pada umumnya, mereka mempunyai mimpi yang ingin mereka wujudkan saat mereka besar nanti. 

Yuk, kita dengar cerita PID warriors dan mimpi mereka!


ABEL

"Halo kak, namaku Abel. Mimpiku adalah menjadi seorang pilot. Aku ingin menjadi pilot karena aku mau terbang gratis setiap hari dan membawa orangtuaku untuk mengelilingi Indonesia. 

Tapi karena penyakit PID yang aku derita, aku jadi lebih gampang terkena penyakit. Kadang-kadang aku nggak bisa masuk sekolah beberapa hari karena aku gampang batuk darah, diare, dan gatal-gatal. Aku sampai harus sekolah di rumah karena aku sering di-bully sama teman-temanku karena kulitku banyak luka karena gatal-gatal.  


Tentang Mimpi Abel

Untuk bisa sehat, aku perlu injeksi immunoglobulin intravena seumur hidupku supaya aku punya daya tahan tubuh. Dengan pengobatan yang aku terima ini, aku masih optimis kalau aku bisa menjadi pilot suatu hari nanti!"


RIZKY

"Halo kak, namaku Rizky dan kalau besar nanti, aku mau jadi dokter! Aku mau jadi dokter karena saat aku dirawat di rumah sakit, dokter-dokter selalu membantu aku untuk sehat kembali. Kalau aku jadi dokter nanti, aku mau menemukan obat untuk mengobati PID agar tidak ada anak yang menderita PID lagi. "


QAIZ

"Halo kak, namaku Qaiz! Sejak usia 2 bulan, aku mengalami diare, infeksi saluran napas, serta infeksi kulit yang terjadi berulang kali. Infeksi berulang tersebut menyebabkan aku harus dirawat inap lebih dari sepuluh kali, serta mengganggu tumbuh kembangku.  

Sama seperti Rizky, aku juga mau jadi dokter karena dokter-dokter di Rumah sakit baik banget sama aku! Aku mau bantu anak-anak yang sakit juga kalau aku jadi dokter nanti. "


JASON

"Aku Jason! Berbeda dengan teman-temanku yang lain, kalau besar nanti aku mau jadi superhero untuk melawan orang-orang jahat."

Yuk, bantu anak PID mewujudkan impiannya!

Pengobatan utama untuk PID warriors adalah dengan pemberian antibodi atau immunoglobulin intravena (IVIg). Terapi tersebut harus dilakukan rutin setiap 3 - 4 minggu seumur hidupnya. Banyaknya imunoglobulin intravena yang dibutuhkan Qaiz bergantung dengan berat badannya. Dengan berat badan Qaiz saat ini, dia membutuhkan 4 botol imunoglobulin intravena setiap bulan dengan harga per botolnya sebesar 2 juta rupiah. Ayah Qaiz hanya mempunyai penghasilan upah minimum, sehingga tidak cukup untuk membiayai terapi imunoglobulin intravena Qaiz setiap bulannya. 

Orang tua para PID warriors tidak mampu membiayai kebutuhan obat mereka yang relatif mahal. Yuk, kita bantu para PID warriors untuk menggapai cita-cita mereka! Jika para PID warriors mendapat bantuan dan menerima pengobatan, mereka dapat bersekolah dengan ceria dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.


Perkembangan

March 2, 2018
Penggalangan dana dimulai

Tidak hanya Qaiz yang terdiagnosis kekurangan sistem imun, beberapa pasien mempunyai kasus serupa. Keluarga mereka tidak mempunyai kemampuan finansial untuk membayar Immunoglobulin Intravena yang mencapai 8 juta rupiah setiap kali pengobatan. Pengobatannya harus dilakukan setiap bulan. Segera, kisah anak-anak yang menyayat hati ini dipublikasikan setelah orang tua mereka mengajukan bantuan. Sambil penggalangan dana berjalan, beberapa pasien telah diberikan terapi. Dana yang terkumpul seadanya segera disalurkan untuk pasien primary immunodeficiency tersebut. 

Foto Qaiz saat diberikan terapi immunoglobulin intravena

Saat ini, para orang tua pasien sangat berharap dana bantuan untuk pengobatan anak mereka segera terkumpul. Begitu besar harapan agar anak-anak ini dapat bersekolah dan bermain selayaknya anak-anak yang lain. Penggalangan dana masih terus berjalan. Harapannya, cerita ini dapat segera sampai ke para hati yang dermawan.

Fo

Foto Jason, salah satu pasien primary immunodeficiency yang sedang diberikan terapi immunoglobulin intavena

March 1, 2018
Latar Belakang Penggalangan Dana

Suatu hari dokter yang menangani Qaiz menghubungi tim wecare.id. Saat itu Qaiz sedang mengalami demam, dan kemungkinan terjadi infeksi. Ia harus segera diberikan imunoglobulin agar tubuhnya dapat melawan infeksi penyakit. Orang tua Qaiz sangat khawatir karna anaknya akan segera masuk sekolah. Jika kondisinya tidak membaik, maka Qaiz tidak dapat bersekolah. 

Diagnosa

Imunodefisiensi adalah istilah umum yang merujuk pada suatu kondisi di mana kemampuan sistem imun untuk melawan penyakit dan infeksi mengalami gangguan atau melemah. Oleh karena itu, pasien imunodefisiensi akan rawan terkena berbagai infeksi atau timbulnya sel tubuh yang ganas.

Secara umum, sindrom imunodefisiensi dapat dikategorikan berdasarkan komponen dari sistem imun yang mengalami gangguan. Kelainan pada sel B akan menyebabkan kegagalan imunitas humoral. Jenis imunodefisiensi ini akan menyebabkan hypogammaglobulinemia (berkurangnya jumlah antibodi) atau agammaglobulinemia (tidak adanya antibodi). Sementara itu, kelainan pada sel T akan menyebabkan kegagalan imunitas yang dimediasi oleh sel, yang akan menyebabkan pasien rentan terhadap infeksi virus. Jenis imunodefisiensi ini biasanya dikaitkan dengan sindrom imunodefisiensi sekunder. Imunodefisiensi kombinasi parah (severe combined immunodeficiency/SCID) adalah jenis imunodefisiensi yang paling parah dan fatal. Pada kasus SCID, sel B dan sel T tidak dapat berfungsi dengan normal, sehingga pasien akan rentan terhadap segala jenis infeksi. Walaupun lebih jarang terjadi, namun komponen lain dari sistem imun, seperti granulosit dan sistem komplemen tubuh, juga dapat mengalami gangguan akibat sindrom imunodefisiensi.

Ada berbagai jenis penyakit imunodefisiensi, mulai dari kondisi yang ringan dan menyebabkan penyakit ringan yang berulang sampai penyakit yang parah dan membahayakan nyawa


Sumber: 

https://www.docdoc.com/id/info/condition/penurunan-kekebalan-tubuh

Rincian Dana

Biaya operasional 5% dipotong dari donasi yang terkumpul
Rp.10,153,369,-
Gammaras @Rp 2.389.695 x25 vial
Rp.59,742,375,-
Intratect @Rp 2.047.500 x 70 vial
Rp.143,325,000,-

Total
Rp.213,220,744,-


Disbursement


Total disbursement dana untuk pasien
Rp.132,360,292,-


Berikut adalah detail transaksi pencairan dana :

Tanggal
Transaction
Amount
29 April 2019
Bantuann IVIg Jason ke-5
Rp.10,548,040,-
29 April 2019
Bantuan IVIg Rizky ke-4 (September)
Rp.10,548,037,-
29 April 2019
Bantuan IVIg Abel ke-5 (September)
Rp.10,548,037,-
29 April 2019
Bantuan IVIg Jason ke-4 (Agustus)
Rp.11,948,475,-
29 April 2019
Bantuan IVIg Abel & Rizky
Rp.16,876,864,-
29 April 2019
Bantuan IVIg Jason (ke-3, Juni)
Rp.11,948,475,-
29 April 2019
Bantuan IVIg 5 vial
Rp.10,548,040,-
29 April 2019
Bantuan IVIg (Mei)
Rp.6,328,824,-
29 April 2019
Bantuan IVIg Jason (ke-2) & Abel (ke-2)
Rp.21,328,000,-
29 April 2019
Bantuan IVIg Gammaras Jason bulan ke-1 (5 vial)
Rp.11,500,000,-
29 April 2019
Bantuan IVIg Abel ke-1
Rp.10,237,500,-
Load More

Parent Campaign

Para Donatur (0)

Tidak ada donatur

Hit Enter to search. Hit Esc to exit