Sudah sembuh dari TBC namun gizi buruk mengancam Ammar, bantuanmu sangat diharapkan!

WeCare.id

Ammar

Jumlah donatur 10
17.38% terdanai
Rp.2,064,750,-

Terdanai

Rp.9,815,250,-

Kekurangan

Bantu campaign ini dengan menjadi fundraiser. Dana yang kamu kumpulkan akan disalurkan langsung untuk pasien ini.

Menjadi Fundraiser

"Maafkan ibu Ammar, Ibu selalu mengusahakan yang terbaik buat kamu."

Ammar adalah seorang anak yang tinggal di Jakarta yang baru berusia 2 tahun namun pernah terinfeksi TBC.

“Ammar adalah anak saya satu-satunya, buah hati yang keluarga kami nanti-nanti. Saat lahir Ammar terlihat baik-baik saja, setelah usia 6 bulan Ammar tidak mau mengonsumsi MPASI dan berat badannya sangat rendah. Rasa panik dan khawatir menyerang saya, apalagi saat itu usia saya masih 17 tahun, saya dan suami tidak tahu harus berbuat apa. Saat usia 1 tahun Ammar terkena tuberkulosis (TBC), hati saya rasanya remuk melihat Ammar kesakitan dan ringkih" ujar Ibu Ammar saat ditanyakan tentang kondisi anaknya.

Ammar mengalami malabsorpsi dan feeding difficulty (kesulitan makan) yang membuat perkembangannya terhambat. Perawakan Ammar dikatakan pendek untuk anak seusianya. Kesulitan makan terjadi apabila anakmengalami waktu makan yang berkepanjangan, penolakan makanan, waktu makan yang mengganggu dan membuat stres, kurangnya makan mandiri yang tepat, pola makan nokturnal pada bayi dan balita, dikenalkan distraksi untuk meningkatkan asupan, pemberian ASI atau botol dalam waktu lama pada balita dan anak yang usianya lebih tua, atau kegagalan untuk memperkenalkan tekstur tingkat lanjut. Jika seorang anak mengalami kesulitan makan, tentunya kekurangan gizi menjadi ancaman. oleh karena itu ia sangat membutuhkan susu tinggi nutrisi.

"Sekarang kondisi Ammar sudah membaik setelah TBC nya ditangani, namun gizinya masih rendah, dan perkembangannya sangat lambat, telat dari anak-anak lain seusianya. Kami di kontrakan kecil di gang sempit yang jarang terpapar cahaya matahari. Di kontrakan petak kami, ada 4 keluarga yang diisi 10 orang dari keluarga besar kami. Saat musim hujan, rumah kami banjir sangat tinggi hingga kami terjebak di rumah dan harus menyediakan bahan makanan.

Kami dari keluarga sangat sederhana, saya tidak bekerja karena harus menjaga Ammar dan Ayah Ammar bekerja di SPBU, bahkan kakek dan nenek Ammar masih bekerja menjual nanas untuk membantu kondisi ekonomi keluarga. Kami sangat membutuhkan bantuan untuk susu Ammar dan pengobatan lainnya.” ucap sang Ibunda sambil menahan tangis.

Mari bantu Ammar agar kesehatannya membaik!

Perkembangan

Diagnosa

Definition of feeding difficulties and feeding disorders in children Feeding difficulty is an umbrella term encompassing all feeding problems, regardless of etiology, severity, or consequences4). It includes any problems that affect the process of providing food to the child. Feeding difficulties in children manifest as prolonged mealtimes, food refusal, disruptive and stressful mealtimes, lack of appropriate independent feeding, nocturnal eating in infants and toddlers, introduction of distractions to increase intake, prolonged breast- or bottle feeding in toddlers and older children, or failure to introduce advanced textures4). Feeding difficulties are usually classified into three principal categories as suggested by Kerzner et al.4): (1) limited appetite, (2) selective intake, and (3) fear of feeding. All of these categories have subtypes, including misperceived feeding problems, as well as organic and nonorganic feeding difficulties.

Feeding difficulties encompass all spectrums of feeding problems, ranging from a mild form of picky eating to a severe form of food refusal observed in children with autistic spectrum disorders, which requires a multidisciplinary feeding-team approach. According to Kerzner et al.4), about 25% of parents complain that their children have feeding-related problems. However, most of these problems are either misperceived feeding problems or a mild form of feeding difficulty, and only 1%–5% of young children seem to have problematic feeding disorders.

Feeding disorder is defined as difficulty in consuming an adequate amount or variety of food, that is, an inability or refusal to eat and drink sufficient quantities of food to maintain an adequate nutritional status. Therefore, feeding disorders may lead to substantial organic, nutritional, or emotional consequences including impaired growth.

Feeding disorder of infancy or early childhood is a more specific formal diagnostic term regarding pathologic feeding-related issues5). At present, by definition, the diagnosis of feeding disorder requires the identification of food refusal, together with growth faltering after the exclusion of organic causes for the symptoms, and the Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) referred to feeding disorder as a persistent feeding impairment and either a failure to gain weight or a significant weight loss for at least 1 month, without a lack of available food or significant medical conditions6).

Sumber: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5752637/

Rincian Dana

Biaya Marketing Campaign
Rp.1,080,000,-
Susu atau Makanan Tambahan
Rp.10,800,000,-

Total
Rp.11,880,000,-


Disbursement


Total disbursement dana untuk pasien
Rp.900,000,-


Berikut adalah detail transaksi pencairan dana :

Tanggal
Transaction
Amount
09 July 2019
Disburse susu Ammar ke-1
Rp.900,000,-
Load More

Para Donatur (10)

Fundraisers (0)

Belum ada Fundraiser

Bantu campaign ini dengan menjadi fundraiser. Dana yang kamu kumpulkan akan disalurkan langsung untuk pasien ini.


Menjadi Fundraiser

Hit Enter to search. Hit Esc to exit