Memiliki riwayat menelan baterai saat usia 4 bulan, Alicia membutuhkan bantuanmu!

Alicia

Jumlah donatur 47
113.04% terdanai
Rp.14,921,433,-

Terdanai

Rp.0,-

Kekurangan

Bantu campaign ini dengan menjadi fundraiser. Dana yang kamu kumpulkan akan disalurkan langsung untuk pasien ini.

Menjadi Fundraiser

Menjaga buah hati adalah amanah yang sangat indah sekaligus sangat berat. Orang tua tidak bisa lengah - dalam beberapa detik, dapat terjadi peristiwa yang tidak diinginkan. Contohnya yang dialami Alicia, anak asal Ambon, provinsi Maluku. Saat orang tuanya lengah, ia pernah menelan baterai ketika usianya 4 bulan. Pada usia 7 bulan, Alicia pernah dirujuk ke rumah sakit di Jakarta karena mengalami gizi buruk dan fistula trakeoesofagus. Fistula trakeoesofagus (TEF) adalah adanya sambungan antara trakea dan esofagus (kerongkongan) yang bersifat bawaan atau dapatan. TEF sering menyebabkan komplikasi paru yang berat dan fatal. Kemudian setahun yang lalu, ia mengalami batuk darah hingga terjadi syok hipovolemik (kondisi darurat di mana jantung tidak mampu memasok darah yang cukup ke seluruh tubuh akibat volume darah yang kurang). 


Dari pemeriksaan dokter, Alicia terdiagnosis menderita refluks gastroesofageal (GERD) dan refluks laringofaring (LPR). Gastro-oesophageal reflux disease (GERD) atau yang sering dikenal dengan penyakit asam lambung adalah kondisi di mana asam lambung mengalir ke sepanjang esofagus atau kerangkongan (saluran yang menghubungkan mulut ke lambung), yang dapat menyebabkan rasa terbakar di dada atau gejala lainnya. Adapun refluks laringofaring (LPR) adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan jatuh di kotak suara. Hal ini terjadi karena sfingter (katup) esofagus melemah atau rusak sehingga tidak menutup secara sempurna. Akibatnya, makanan yang sudah masuk ke lambung dapat kembali naik ke kerongkongan, tenggorokan, kotak suara, bahkan juga ke bagian belakang hidung.


Saat ini Alicia membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, yaitu pemeriksaan endoskopi, CT scan toraks serta evaluasi tumbuh kembang. Beberapa pemeriksaan penunjang tersebut harus dilakukan di rumah sakit pusat di Jakarta. Namun sayangnya, keluarga Alicia yang sehari-harinya hidup  dari penghasilan sang ayah sebagai tukang ojek tidak sanggup membeli tiket pesawat untuk berangkat ke Jakarta dari Ambon. Mereka sangat berharap kondisi anaknya yang berusia 9 tahun itu dapat membaik. 


Mari bantu Alicia agar dapat mengakses fasilitas kesehatan yang baik!

Perkembangan

Diagnosa

  • __REFLUKS GASTROESOFAGEAL__

Gastro-oesophageal reflux disease (GERD) atau yang sering dikenal dengan penyakit asam lambung adalah kondisi di mana asam lambung mengalir ke sepanjang esofagus atau kerangkongan (saluran yang menghubungkan mulut ke lambung), yang dapat menyebabkan rasa terbakar di dada atau gejala lainnya. Dalam keadaan tertentu, setiap orang dapat mengalami refluks gastro-esofagus. Refluks sering terjadi setelah makan, yang berlangsung dalam periode singkat dan jarang terjadi selama tidur. Refluks yang normal akan menjadi refluks gastro-esofagus ketika gejalanya sering terjadi (sekitar 2-3 kali setiap minggu) atau jika kerongkongan terluka.


REFLUKS LARINGOFARING (LPR)

Refluks laringofaring (LPR) adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan jatuh di kotak suara. Hal ini terjadi karena sfingter (katup) esofagus melemah atau rusak sehingga tidak menutup secara sempurna. Akibatnya, makanan yang sudah masuk ke lambung dapat kembali naik ke kerongkongan, tenggorokan, kotak suara, bahkan juga ke bagian belakang hidung.

LPR disebut juga dengan silent reflux atau refluks asam lambung diam-diam (tersembunyi). Pasalnya, gejala LPR hampir mirip seperti gejala asam lambung (GERD), tapi cenderung tidak menyebabkan rasa mulas maupun sensasi perih terbakar di dada (heartburn) dan tenggorokan. Ini sebabnya, refluks laringofaring sering kali disalahartikan dengan penyakit lain yang memiliki gejala serupa.

Baik wanita maupun pria dari segala usia dapat mengalami refluks laringofaring, bahkan bayi dan anak-anak sekalipun. Namun, risiko ini dapat meningkat jika Anda mengalami beberapa kondisi berikut:

  • Pola hidup tidak sehat, seperti makan berlebihan, merokok, dan minum alkohol
  • Sfingter esofagus rusak atau tidak berfungsi dan refleks lambung berjalan lambat
  • Kelebihan berat badan
  • Kehamilan
  • Dilansir dari Medical News Today, sekitar 50 persen orang yang terkena penyakit maag berawal dari gejala asam lambung tersembunyi ini. Sekecil apa pun jumlah asam lambung yang naik ke kerongkongan, lapisan tenggorokan dan kotak suara Anda dapat dengan mudah teriritasi. Karena itulah, Anda perlu mewaspadai gejala-gejalanya.

Sumber: 
1. https://hellosehat.com/penyakit/asam-lambung-gerd-refluks-asam-lambung/
2. https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/gejala-asam-lambung-diam-diam/

Rincian Dana

Biaya Operasional WeCare.id (10%)
Rp.1,200,000,-
Biaya transportasi Ambon - Jakarta (Ke RS di Jakarta)
Rp.12,000,000,-

Total
Rp.13,200,000,-


Disbursement


Total disbursement dana untuk pasien
Rp.11,164,271,-


Berikut adalah detail transaksi pencairan dana :

Tanggal
Transaction
Amount
21 May 2019
Bantuan alat medis Alicia ke-4
Rp.900,000,-
10 May 2019
Bantuan transport Alicia ke-3
Rp.6,544,271,-
29 April 2019
Bantuan alat medis Alicia ke-2
Rp.900,000,-
29 April 2019
Bantuan transport Alicia ke-1
Rp.2,820,000,-
Load More

Fundraisers (0)

Belum ada Fundraiser

Bantu campaign ini dengan menjadi fundraiser. Dana yang kamu kumpulkan akan disalurkan langsung untuk pasien ini.


Menjadi Fundraiser

Hit Enter to search. Hit Esc to exit