Alghufron bantu Adik Kecil Kelvin yang Menderita Hernia Inguinalis dan Pneumonia aspirasi

Jumlah donatur 9
9.30% terdanai
Rp.2,325,000,-

Terdanai

Rp.22,675,000,-

Kekurangan

Isak tangis ibunda Kelvin tidak dapat dihindari, sedu sedan itu kini memenuhi hari-harinya. Kelvin, bayi tercintanya mengalami berbagai penyakit serius sejak lahir. Dokter mengatakan bahwa Kelvin mengalami kondisi Hernia Inguinalis Lateral (HIL). Hernia inguinalis adalah kondisi yang terjadi ketika jaringan lunak dalam tubuh, biasanya sebagian dari usus, menonjol melalui melalui bagian yang lemah atau robek di bagian bawah perut dekat lipatan paha yang biasanya akan menonjol keluar dari pusar. Tonjolan yang dihasilkan kadang dapat menyakitkan.


Meskipun tidak berbahaya, Hernia inguinalis tidak bisa membaik atau hilang sendiri. Jika dibiarkan terus tanpa terobati, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Kelvin sudah pernah menjalankan beberapa prosedur medis, namun ia masih harus menjalankan tindakan bedah di rumah sakit yang dirujuk. Ditambah lagi, bayi mungil ini juga mengalami kondisi pneumonia aspirasi. Pneumonia aspirasi adalah komplikasi dari aspirasi paru. Aspirasi paru adalah masuknya makanan, asam lambung, air liur, atau benda asing lainnya ke paru-paru yang dapat memicu infeksi paru.


Kelvin harus dirawat inap di rumah sakit dan menjalankan prosedur bedah serta beberapa pemeriksaan penunjang. Hingga saat ini, biaya yang dibutuhkan sudah mencapai ratusan juta rupiah. Jumlah yang fantastis itu semakin membuat orang tua Kelvin terpukul, karena sang ayah hanyalah karyawan harian lepas dan sang ibu tidak bekerja. Mereka tidak sanggup membayar biaya tersebut. 


Mari bantu biaya perawatan Kelvin! 

Perkembangan

Diagnosa

PNEUMONIA ASPIRASI

Pneumonia aspirasi adalah komplikasi dari aspirasi paru. Aspirasi paru adalah masuknya makanan, asam lambung, air liur, atau benda asing lainnya ke paru-paru yang dapat memicu infeksi paru. Pada keadaan normal atau pada aspirasi dalam jumlah kecil, paru-paru memiliki mekanisme pertahanan untuk mengeluarkannya, misalnya dengan batuk.

Selain pneumonia aspirasi, aspirasi paru juga dapat mengakibatkan hal-hal berikut:
  • Infeksi bakteri yang dapat memicu terjadinya empiema, abses paru-paru, dan gagal napas. Pneumonia aspirasi yang menetap dapat berkembang menjadi bronkiektasis.
  • Pneumonitis kimia yaitu iritasi zat kimia terhadap jaringan paru yang dapat memicu terjadinya gagal napas dan atau infeksi bakteri.
  • Obstruksi (penyumbatan) paru. Kondisi ini terjadi ketika benda asing yang masuk ke dalam paru cukup banyak atau berukuran besar.

Penyebab Pneumonia Aspirasi
Penyebab utama pneumonia aspirasi adalah ketika kemampuan pertahanan paru-paru terganggu dengan adanya bakteri berbahaya dalam jumlah besar yang masuk bersama dengan benda asing, seperti makanan, minuman, atau air liur ke dalam saluran pernapasan.

Beberapa hal di bawah ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami pneumonia aspirasi, di antaranya:

  • Gangguan kesadaran. Misalnya akibat penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang, kejang, menggunakan obat bius, stroke, cedera kepala, epilepsi, demensia.
  • Gangguan menelan. Kondisi ini dapat terjadi akibat:
  • Kelainan pada tenggorokan dan kerongkongan, seperti pada kanker esofagus, kanker tenggorokan, atau luka pada kerongkongan akibat terapi radiasi.
  • Kelainan saraf, seperti pada multiple sclerosis, penyakit Parkinson, stroke, atau myasthenia gravis.
  • Kondisi lainnya. Misalnya terlalu lama berbaring, meningkatnya usia, penyakit paru obstruktif kronis, dan penggunaan nasogastric tube (selang yang dipasang di hidung untuk pemberian makan).
Gejala Pneumonia Aspirasi
Pada umumnya, gejala utama yang dialami penderita pneumonia aspirasi adalah batuk berdahak setelah makan. Adapun beberapa gejala lainnya yang juga dapat menjadi tanda pneumonia aspirasi adalah:
  • Nyeri dada.

  • Napas pendek dan mengeluarkan suara mengi.

  • Napas bau.
  • Mudah merasa lemas.
  • Mengeluarkan keringat berlebih.
  • Sulit menelan makanan atau minuman.
  • Batuk dengan dahak berwarna hijau, bau tidak sedap, atau disertai darah.
  • Kulit membiru.
Penderita penumonia aspirasi dapat mengalami gejala yang tidak spesifik seperti demam, pusing, mual, muntah, atau penurunan berat badan.


HERNIA INGUNALIS 

Hernia inguinalis adalah kondisi yang terjadi ketika jaringan lunak dalam tubuh, biasanya sebagian dari usus, menonjol melalui melalui bagian yang lemah atau robek di bagian bawah perut dekat lipatan paha. Biasanya akan menonjol keluar dari pusar. 

Tonjolan yang dihasilkan kadang dapat menyakitkan, terutama ketika Anda batuk, membungkuk, atau mengangkat benda yang berat.

Hernia inguinalis tidak bisa membaik atau hilang sendiri, tetapi belum tentu berbahaya. Meski begitu, jika dibiarkan terus tanpa terobati, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Maka umumnya dokter akan merekomendasikan operasi untuk memperbaiki hernia inguinalis yang menyakitkan atau membesar. Perbaikan hernia inguinalis adalah prosedur bedah umum.


Sumber: 
1. https://www.alodokter.com/pneumonia-aspirasi
2. https://hellosehat.com/penyakit/hernia-inguinalis-adalah/

Rincian Dana

Biaya Operasional WeCare.id (10%)
Rp.22,592,831,-
Pemeriksaan radiologi dan laboratorium
Rp.7,994,500,-
Obat-obatan selama dirawat di RS
Rp.21,256,969,-
Tindakan klinik bedah dan jasa sterilisasi
Rp.5,253,800,-
Alat perasa, gas medis, dan peralatan & bahan medis lainnya
Rp.80,761,840,-
Rawat inap
Rp.110,661,200,-

Total
Rp.248,521,140,-


Disbursement


Total disbursement dana untuk pasien
Rp.0,-


Belum ada riwayat disbursement.



Parent Campaign

Para Donatur (9)

Hit Enter to search. Hit Esc to exit