None

Medikator WeCare.id

Adiva

Jumlah donatur 826
73.58% terdanai
Rp.59,614,106,-

Terdanai

Rp.21,400,194,-

Kekurangan

Bantu campaign ini dengan menjadi fundraiser. Dana yang kamu kumpulkan akan disalurkan langsung untuk pasien ini.

Menjadi Fundraiser

"Menangislah, Nak. Jika menangis bisa mengurangi sakitmu, maka menangislah" mungkin itulah yang diucapkan Ibunda Adiva saat melihat penderitaan anaknya. Tubuh Adiva terlihat kuning sejak usianya 40 hari. Buang air besarnya berwarna pucat dan buang air kecilnya berwarna kuning seperti teh. Saat usianya menginjak 6 bulan, perutnya terlihat membuncit yang tidak normal. Setelah diperiksakan, diketahui bahwa Adiva menderita atresia bilier. 

Atresia bilier adalah kondisi tertutupnya saluran empedu pada bayi yang baru lahir. Atresia bilier termasuk kondisi serius yang berbahaya. Saluran empedu adalah saluran yang membawa cairan empedu dari hati ke usus 12 jari.Pada bayi dengan atresia bilier, cairan empedu tidak bisa mengalir ke usus karena tertutupnya saluran tersebut. Akibatnya, cairan empedu menumpuk di dalam hati. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan hati, sehingga terbentuk jaringan parut (fibrosis), yang bisa mengakibatkan sirosis. Adiva pun mengalami sirosis hati. Sirosis berkembang secara perlahan dan mengakibatkan jaringan yang sehat digantikan oleh jaringan parut. Jaringan parut akan menghambat aliran darah yang melewati hati sehingga kinerja hati menjadi terganggu atau bahkan terhenti. Karena kondisinya tersebut, dokter menyarankan agar transplantasi hati dilakukan terhadap Adiva. 

Sebelum transplantasi, skrining terhadap donor hati harus dilakukan. Biaya yang dibutuhkan untuk pemeriksaan laboratorium tersebut tidak sedikit, yaitu puluhan juta rupiah. Ditambah lagi, kondisi gizi Adiva juga harus terus dalam keadaan baik. Adiva disarankan meminum susu yang kaya akan gizi, namun harganya sangat mahal bagi orang tua Adiva, yaitu ratusan ribu per kaleng. Ayah Adiva adalah seorang pekerja di peternakan ikan cupang, sedangkan ibunya adalah seorang guru les. Gaji mereka hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari. Keluarga sederhana yang tinggal di rumah susun di Palembang ini berharap ada jalan bagi kesembuhan anaknya. 

Mari bantu ringankan beban Adiva!

Perkembangan

Diagnosa


SIROSIS HATI

Sirosis adalah kondisi terbentuknya jaringan parut di hati akibat kerusakan hati jangka panjang (kronis). Penyakit ini berkembang secara perlahan dan mengakibatkan jaringan yang sehat digantikan oleh jaringan parut. Jaringan parut akan menghambat aliran darah yang melewati hati sehingga kinerja hati menjadi terganggu atau bahkan terhenti.

Kerusakan pada hati yang disebabkan oleh sirosis tidak bisa diperbaiki dan bahkan bisa menyebar lebih luas dan menyebabkan hati tidak bisa berfungsi dengan baik. Kondisi inilah yang sering disebut dengan istilah gagal hati. Sebelum sirosis menyebabkan gagal hati, perkembangannya berlangsung selama bertahun-tahun. Umumnya, penanganan dilakukan hanya untuk memperlambat perkembangan penyakitnya. 


ATRESIA BILIER

Atresia bilier adalah kondisi tertutupnya saluran empedu pada bayi yang baru lahir. Meskipun kondisi ini jarang terjadi, atresia bilier termasuk kondisi serius yang berbahaya.

Saluran empedu adalah saluran yang membawa cairan empedu dari hati ke usus 12 jari. Cairan empedu berperan dalam proses pencernaan lemak dan vitamin larut lemak, seperti vitamin A, D, E dan K. Cairan empedu juga berfungsi membuang racun dan zat limbah lain keluar dari tubuh.

Pada bayi dengan atresia bilier, cairan empedu tidak bisa mengalir ke usus karena tertutupnya saluran tersebut. Akibatnya, cairan empedu menumpuk di dalam hati. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan hati, sehingga terbentuk jaringan parut (fibrosis), yang bisa mengakibatkan sirosis.

Tertutupnya saluran empedu ini dapat terjadi ketika masih di dalam organ hati maupun ketika sudah keluar dari organ hati.


Sumber: alodokter.com

Rincian Dana

Biaya Operasional WeCare.id (10%)
Rp.7,363,300,-
Apyalis drop
Rp.531,000,-
Susu Peptamen Junior Rp 260.000 per kaleng x4 kaleng per bulan x 3 bulan
Rp.3,120,000,-
Skrining lab donor hati
Rp.70,000,000,-

Total
Rp.81,014,300,-


Disbursement


Total disbursement dana untuk pasien
Rp.26,024,000,-


Berikut adalah detail transaksi pencairan dana :

Tanggal
Transaction
Amount
29 April 2019
Bantuan skrining lab Adiva ke-1
Rp.1,800,000,-
29 April 2019
Bantuan skrining lab Adiva ke-2
Rp.2,500,000,-
29 April 2019
Bantuan skrining lab Adiva ke-3
Rp.4,856,000,-
29 April 2019
Bantuan skrining lab Adiva ke-4
Rp.2,171,000,-
29 April 2019
Bantuan susu Adiva ke-5
Rp.750,000,-
29 April 2019
Bantuan skrining Lab Adiva ke-6
Rp.3,232,000,-
29 April 2019
Bantuan susu Adiva ke-7
Rp.800,000,-
30 April 2019
Bantuan susu & imunisasi Adiva ke-
Rp.5,575,000,-
07 May 2019
Bantuan skrining lab Adiva ke-9
Rp.4,340,000,-
Load More

Hit Enter to search. Hit Esc to exit