Menderita preeklamsia saat pertaruhan nyawa, Lisnawati membutuhkan pertolonganmu!

Lisnawati

No. of Donors 52
57.63% terdanai
Rp.5,259,007,-

Funded

Rp.3,866,043,-

Needed

Help this campaign as a fundraiser. The fund you collected will directly fund this patient

Become a Fundraiser

"Saya yakin inilah yang dirasakan semua ibu yang sedang mengandung, ketar-ketir tiap hari, yang ada di benak saya adalah bagaimana anak pertama saya ini bisa lahir dengan sehat dan kurang suatu apapun, segala yang terbaik untuknya", ujar Lisnawati, seorang ibu muda berusia 25 tahun.

Ia tegah hamil dan akan melahirkan, dan diketahui mengalami preeklamsia, yaitu sebuah komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan tanda-tanda kerusakan organ, misalnya kerusakan ginjal yang ditunjukkan oleh tingginya kadar protein pada urine (proteinuria). Preeklamsia juga sering dikenal dengan nama toksemia atau hipertensi yang diinduksi kehamilan.

"Saya dan suami sangat menanti-nanti anak pertama kami, namun ternyata saya mengalami preeklampsia ketika mengandung hingga harus dirawat inap berhari-hari. Karena preeklampsia yang saya alami, tekanan darah saya tinggi, mules, bengkak kaki tangan, nyeri ulu hati, pusing, pandangan kabur", lanjut Bu Lisnawati. Salah satu dari faktor yang bisa meningkatkan risiko seorang wanita hamil mengalami preeklamsia, di antaranya memang kehamilan pertama. Akhirnya, wanita asal Bandung ini pun harus melahirkan secara caesar.

Bu Lisnawati tak punya BPJS karena kendala administrasi kartu identitas, jadi ia harus merogoh kocek sendiri untuk biaya operasi caesarnya. "Kami benar-benar tak tahu harus minta bantuan dari mana, untuk biaya sehari-sehari pun kami pas-pasan. Suami saya bekerja sebagai buruh pembuatan tahu di Cibuntu, Bandung" - Lisnawati.

Mari bantu biaya operasi Bu Lisnawati!

Perkembangan

Diagnosa

Preeklamsia adalah sebuah komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan tanda-tanda kerusakan organ, misalnya kerusakan ginjal yang ditunjukkan oleh tingginya kadar protein pada urine (proteinuria). Preeklamsia juga sering dikenal dengan nama toksemia atau hipertensi yang diinduksi kehamilan.

Gejala preeklamsia biasanya muncul saat usia kehamilan memasuki minggu ke-20 atau lebih (paling umum usia kehamilan 24-26 minggu), sampai tak lama setelah bayi lahir. Preeklamsia yang tidak disadari oleh sang ibu hamil bisa berkembang menjadi eklamsia, kondisi medis serius yang mengancam keselamatan ibu hamil dan janinnya.

Gejala Preeklamsia Preeklamsia kadang-kadang bisa berkembang tanpa gejala apa pun atau hanya menimbulkan gejala ringan.

Tanda klinis utama dari preeklampsia adalah tekanan darah yang terus meningkat. Oleh karena itu, memonitor tekanan darah secara rutin menjadi hal penting untuk dilakukan selama masa kehamilan. Jika tekanan darah wanita hamil mencapai 140/90 mm Hg atau lebih, segeralah berkonsultasi dengan dokter kandungan, terutama bila ditemukan nilai tekanan darah yang tinggi dalam 2 kali pemeriksaan rutin yang terpisah.

Selain hipertensi, tanda klinis dan gejala lainnya dari preeklamsia adalah: * Sesak napas akibat cairan di paru-paru. * Sakit kepala parah. * Berkurangnya volume urine. * Gangguan penglihatan, misalnya pandangan hilang secara sementara, menjadi kabur, atau sensitif terhadap cahaya. * Mual dan muntah. * Rasa nyeri pada perut bagian atas (biasanya di bawah tulang rusuk sebelah kanan). * Meningkatnya kandungan protein pada urine (proteinuria). * Gangguan fungsi hati. * Pembengkakan pada telapak kaki, pergelangan kaki, wajah, dan tangan. * Menurunnya jumlah trombosit dalam darah (trombositopenia). * Laju pertumbuhan janin yang melambat juga bisa menandakan sang ibu menderita preeklamsia. Kondisi ini disebabkan oleh berkurangnya pasokan darah ke plasenta, sehingga janin mengalami kekurangan pasokan oksigen dan nutrisi.

Agar preeklamsia bisa segera terdiagnosis dan ditangani, lakukanlah konsultasi rutin dengan dokter kandungan setiap bulan. Jangan ragu untuk lebih sering melakukan konsultasi dengan dokter kandungan jika merasakan gejala-gejala yang tidak wajar selama masa kehamilan.

Penyebab Preeklamsia Sampai saat ini, penyebab utama preeklamsia masih belum diketahui secara pasti. Beberapa ahli percaya bahwa preeklamsia diawali dengan adanya kelainan pada plasenta, yaitu organ yang berfungsi menerima suplai darah dan nutrisi bagi bayi selama masih di dalam kandungan.

Pada wanita dengan preeklamsia, pertumbuhan dan perkembangan pembuluh darah plasenta mengalami gangguan. Pembuluh darah menjadi lebih sempit dari yang seharusnya, serta melakukan reaksi berbeda terhadap rangsangan hormon. Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya jumlah darah yang bisa dialirkan.

Adapun beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seorang wanita hamil mengalami preeklamsia, di antaranya: * Kehamilan pertama. * Pernah mengalami preeklamsia pada kehamilan sebelumnya. * Kekurangan nutrisi. * Sedang menderita beberapa penyakit tertentu, seperti sindrom antifosfolipid, diabetes, lupus, hipertensi, atau penyakit ginjal. * Mengandung lebih dari satu janin. * Bayi pada kehamilan saat ini memiliki ayah yang berbeda dengan kehamilan sebelumnya. * Hamil setelah jeda 10 tahun dengan kehamilan sebelumnya. * Hamil di bawah usia 20 tahun atau di atas usia 40 tahun. * Obesitas saat hamil dengan indeks massa tubuh 25 atau lebih. * Memiliki keluarga dengan riwayat preeklamsia.

Sumber: https://www.alodokter.com/preeklamsia

Rincian Dana

Biaya Marketing Campaign
Rp.829,550,-
Pemeriksaan Penunjang
Rp.540,000,-
Obat-obatan
Rp.1,322,000,-
Tindakan Medis
Rp.4,583,500,-
Rawat inap
Rp.1,850,000,-

Total
Rp.9,125,050,-


Disbursement


Total disbursement dana untuk pasien
Rp.0,-


Belum ada riwayat disbursement.



Fundraisers (0)

This patient does not have fundraiser

Help this campaign as a fundraiser. The fund you collected will directly fund this patient.


Become a Fundraiser

Hit Enter to search. Hit Esc to exit