Bantu Hadirkan Cahaya Harapan untuk Menerangi Kehidupan Mereka!

img-medikator
Wahana Visi Indonesia

Hadirkan Cahaya Bagi Dusun Landak

    donatur
  26 hari lagi
terdanai

Funded

Needed

Berdasarkan data yang berhasil di himpun oleh https://theconversation.com/ terkait potensi desa (sumberdaya alam dan manusia yang dimiliki oleh desa untuk perkembangan desa) pada tahun 2018, memperlihatkan hampir 30% desa di seluruh Indonesia atau lebih dari 25,000 desa, masih menggunakan kayu bakar. Hingga saat ini, desa-desa tersebut tidak memiliki akses energi bersih, misalkan untuk beralih ke listrik, gas, ataupun biogas untuk desa-desa tersebut. Beberapa daerah yang belum mendapatkan akses energi listrik salah satunya berada di wilayah Landak, Kalimantan Barat.

Mungkin sebagian dari kita dapat menonton tayangan favorit di televisi, atau pun belajar secara daring dari rumah dengan mudah. Tetapi tidak bagi Mega (13), salah satu anak dampingan Wahana Visi Indonesia yang tinggal di salah satu Dusun di daerah Landak, Kalimantan Barat. Di Dusun tempat Mega tinggal, mereka harus menggunakan genset, lampu minyak atau lilin, sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing keluarga untuk memenuhi kebutuhan penerangan mereka karena belum adanya akses listrik. Anak-anak pun menjadi tidak maksimal untuk belajar di rumah, terutama ketika hari mulai gelap Terlebih ditengah pandemi ini, dimana kegiatan belajar mengajar harus dilakukan di rumah. Mega dan teman-temannya sangat kesulitan ketika harus mengerjakan tugas di rumah. “Kami kesulitan belajar di malam hari. Kami mengerjakan tugas sekolah menggunakan pelita dan seringkali buku tugas kami menjadi kotor karena asap dari pelita” ungkap Mega.

Ayah Mega pun mengaku bukan hanya sulit dalam mendampingi anak belajar karena tidak ada penerangan, tetapi juga saat harus mempersiapkan peralatan yang akan digunakan untuk bekerja keesokan harinya dan aktivitas lain di malam hari seperti mempersiapkan makan malam. Mega dan anak-anak lainnya sangat berharap listrik dapat masuk ke Dusun mereka sehingga mereka dapat belajar dan melakukan aktivitas lain pada malam hari dengan lebih baik. Di tengah pandemi ini, mari bantu pengadaan listrik tenaga surya dan berikan cahaya bagi dua Dusun di Landak untuk menerangi mereka.

#TemanPeduli, Suadara-saudari kita di Landak Kalimatan Barat sangat membutuhkan uluran tanganmu, jika Tuhan memberi kita lebih dari satu tangan, itu berarti tangan yang lainnya dimaksudkan untuk membantu orang yang tangannya terikat oleh keadaan. Mereka ingin bisa beraktifitas dengan baik seperti kita semua dengan tersalurkannya energi listrik akan dapat membantu mereka. Kamu bisa bantu dengan cara:

  1. Klik “Donasi Sekarang”

  2. Isi Nominalnya

  3. Pilih Metodenya. Donasi bisa lewat OVO, DANA, LinkAja, BCA KlikPay, KlikBCA, BRI E-Pay Sakuku, Go-Pay dll. Bisa juga lewat Transfer Bank (BCA, Mandiri, BRI, BNI). Atau lewat Kartu Kredit.

Selain donasi, TemanBaik juga bisa bagikan link galang dana ini ke orang-orang terdekat, semoga Mega dan teman-teman serta masyarakat di Landak bisa memperoleh bantuan panel surya untuk menerangi Dusun mereka.

Para Donatur (0)

Perkembangan

Diagnosa

Berdasarkan data yang berhasil di himpun oleh https://theconversation.com/ terkait potensi desa (sumberdaya alam dan manusia yang dimiliki oleh desa untuk perkembangan desa) pada tahun 2018, memperlihatkan hampir 30% desa di seluruh Indonesia atau lebih dari 25,000 desa, masih menggunakan kayu bakar. Hingga saat ini, desa-desa tersebut tidak memiliki akses energi bersih, misalkan untuk beralih ke listrik, gas, ataupun biogas untuk desa-desa tersebut. Beberapa daerah yang belum mendapatkan akses energi listrik salah satunya berada di wilayah Landak, Kalimantan Barat.

Mungkin sebagian dari kita dapat menonton tayangan favorit di televisi, atau pun belajar secara daring dari rumah dengan mudah. Tetapi tidak bagi Mega (13), salah satu anak dampingan Wahana Visi Indonesia yang tinggal di salah satu Dusun di daerah Landak, Kalimantan Barat. Di Dusun tempat Mega tinggal, mereka harus menggunakan genset, lampu minyak atau lilin, sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing keluarga untuk memenuhi kebutuhan penerangan mereka karena belum adanya akses listrik. Anak-anak pun menjadi tidak maksimal untuk belajar di rumah, terutama ketika hari mulai gelap Terlebih ditengah pandemi ini, dimana kegiatan belajar mengajar harus dilakukan di rumah. Mega dan teman-temannya sangat kesulitan ketika harus mengerjakan tugas di rumah. “Kami kesulitan belajar di malam hari. Kami mengerjakan tugas sekolah menggunakan pelita dan seringkali buku tugas kami menjadi kotor karena asap dari pelita” ungkap Mega.

Ayah Mega pun mengaku bukan hanya sulit dalam mendampingi anak belajar karena tidak ada penerangan, tetapi juga saat harus mempersiapkan peralatan yang akan digunakan untuk bekerja keesokan harinya dan aktivitas lain di malam hari seperti mempersiapkan makan malam. Mega dan anak-anak lainnya sangat berharap listrik dapat masuk ke Dusun mereka sehingga mereka dapat belajar dan melakukan aktivitas lain pada malam hari dengan lebih baik. Di tengah pandemi ini, mari bantu pengadaan listrik tenaga surya dan berikan cahaya bagi dua Dusun di Landak untuk menerangi mereka.

#TemanPeduli, Suadara-saudari kita di Landak Kalimatan Barat sangat membutuhkan uluran tanganmu, jika Tuhan memberi kita lebih dari satu tangan, itu berarti tangan yang lainnya dimaksudkan untuk membantu orang yang tangannya terikat oleh keadaan. Mereka ingin bisa beraktifitas dengan baik seperti kita semua dengan tersalurkannya energi listrik akan dapat membantu mereka. Kamu bisa bantu dengan cara:

  1. Klik “Donasi Sekarang”

  2. Isi Nominalnya

  3. Pilih Metodenya. Donasi bisa lewat OVO, DANA, LinkAja, BCA KlikPay, KlikBCA, BRI E-Pay Sakuku, Go-Pay dll. Bisa juga lewat Transfer Bank (BCA, Mandiri, BRI, BNI). Atau lewat Kartu Kredit.

Selain donasi, TemanBaik juga bisa bagikan link galang dana ini ke orang-orang terdekat, semoga Mega dan teman-teman serta masyarakat di Landak bisa memperoleh bantuan panel surya untuk menerangi Dusun mereka.

Rincian Dana

Disbursement


Total disbursement dana untuk campaign ini


Berikut adalah detail transaksi pencairan dana :

Tanggal
Transaction
Amount

Fundraisers (0)

This patient does not have fundraiser

Help this campaign as a fundraiser. The fund you collected will directly fund this patient.


Become a Fundraiser

Berdasarkan data yang berhasil di himpun oleh https://theconversation.com/ terkait potensi desa (sumberdaya alam dan manusia yang dimiliki oleh desa untuk perkembangan desa) pada tahun 2018, memperlihatkan hampir 30% desa di seluruh Indonesia atau lebih dari 25,000 desa, masih menggunakan kayu bakar. Hingga saat ini, desa-desa tersebut tidak memiliki akses energi bersih, misalkan untuk beralih ke listrik, gas, ataupun biogas untuk desa-desa tersebut. Beberapa daerah yang belum mendapatkan akses energi listrik salah satunya berada di wilayah Landak, Kalimantan Barat.

Mungkin sebagian dari kita dapat menonton tayangan favorit di televisi, atau pun belajar secara daring dari rumah dengan mudah. Tetapi tidak bagi Mega (13), salah satu anak dampingan Wahana Visi Indonesia yang tinggal di salah satu Dusun di daerah Landak, Kalimantan Barat. Di Dusun tempat Mega tinggal, mereka harus menggunakan genset, lampu minyak atau lilin, sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing keluarga untuk memenuhi kebutuhan penerangan mereka karena belum adanya akses listrik. Anak-anak pun menjadi tidak maksimal untuk belajar di rumah, terutama ketika hari mulai gelap Terlebih ditengah pandemi ini, dimana kegiatan belajar mengajar harus dilakukan di rumah. Mega dan teman-temannya sangat kesulitan ketika harus mengerjakan tugas di rumah. “Kami kesulitan belajar di malam hari. Kami mengerjakan tugas sekolah menggunakan pelita dan seringkali buku tugas kami menjadi kotor karena asap dari pelita” ungkap Mega.

Ayah Mega pun mengaku bukan hanya sulit dalam mendampingi anak belajar karena tidak ada penerangan, tetapi juga saat harus mempersiapkan peralatan yang akan digunakan untuk bekerja keesokan harinya dan aktivitas lain di malam hari seperti mempersiapkan makan malam. Mega dan anak-anak lainnya sangat berharap listrik dapat masuk ke Dusun mereka sehingga mereka dapat belajar dan melakukan aktivitas lain pada malam hari dengan lebih baik. Di tengah pandemi ini, mari bantu pengadaan listrik tenaga surya dan berikan cahaya bagi dua Dusun di Landak untuk menerangi mereka.

#TemanPeduli, Suadara-saudari kita di Landak Kalimatan Barat sangat membutuhkan uluran tanganmu, jika Tuhan memberi kita lebih dari satu tangan, itu berarti tangan yang lainnya dimaksudkan untuk membantu orang yang tangannya terikat oleh keadaan. Mereka ingin bisa beraktifitas dengan baik seperti kita semua dengan tersalurkannya energi listrik akan dapat membantu mereka. Kamu bisa bantu dengan cara:

  1. Klik “Donasi Sekarang”

  2. Isi Nominalnya

  3. Pilih Metodenya. Donasi bisa lewat OVO, DANA, LinkAja, BCA KlikPay, KlikBCA, BRI E-Pay Sakuku, Go-Pay dll. Bisa juga lewat Transfer Bank (BCA, Mandiri, BRI, BNI). Atau lewat Kartu Kredit.

Selain donasi, TemanBaik juga bisa bagikan link galang dana ini ke orang-orang terdekat, semoga Mega dan teman-teman serta masyarakat di Landak bisa memperoleh bantuan panel surya untuk menerangi Dusun mereka.

Para Donatur (0)

Fundraisers (0)

This patient does not have fundraiser

Help this campaign as a fundraiser. The fund you collected will directly fund this patient.


Become a Fundraiser

Perkembangan

Rincian Dana

Disbursement


Total disbursement dana untuk campaign ini


Berikut adalah detail transaksi pencairan dana :

Tanggal
Transaction
Amount
Donate Now

Hit Enter to search. Hit Esc to exit

snackbar