Caca Tengker untuk Arkhan, anak penderita down syndrome yang alergi susu sapi

Bantu Arkhan N sekarang

0.6% terdanai

90000

terdanai

14910000

kekurangan

Kisah Arkhan N

Anak tidak bisa memilih dari rahim siapa ia lahir, pun seperti apa kondisi kesehatannya. Arkhan harus menerima kenyataan bahwa sejak lahir ia menderita sindrom down. Sindrom Down adalah gangguan genetika paling umum yang menyebabkan perbedaan kemampuan belajar dan ciri-ciri fisik tertentu. Normalnya terdapat 46 kromosom dalam sel seseorang yang diwariskan, yakni masing-masing 23 kromosom dari ayah dan ibu, namun kebanyakan orang dengan sindrom Down memiliki 47 kromosom. Perkembangan tubuh dan kinerja otak akan berubah jika terdapat kromosom ekstra atau tidak normal, dan itulah yang menjadi penyebab sindrom Down.


Tidak hanya itu, Arkhan juga mengalami laringomalasia tipe I dan III, patent ductus arteriosus kecil, penyakit refluks gastroesofageal (GERD), serta memiliki riwayat pneumonia komunitas berulang. 


Beberapa waktu lalu Arkhan mengalami sesak dan muntah-muntah yang membuatnya segera dilarikan ke rumah sakit. Anak bungsu dari 3 bersaudara ini ternyata mengalami alergi susu sapi. Alergi susu sapi terjadi karena sistem kekebalan tubuh bayi yang bereaksi dengan protein yang ada di dalam susu sapi. Alergi susu sapi justru terjadi akibat adanya reaksi sistem kekebalan tubuh anak dengan protein yang terkandung di dalam susu sapi. Jenis protein yang paling sering menyebabkan alergi adalah whey dan kasein. Bayi yang mengalami alergi bisa saja alergi terhadap salah satu atau kedua protein tersebut.  Reaksi yang muncul biasanya terjadi dalam hitungan menit atau jam setelah mengonsumsi susu.


Karena kondisinya alerginya tersebut, Arkhan tidak dapat mengonsumsi susu formula yang umum diberikan. Ia membutuhkan susu tertentu yang mengandung protein terhidrolisat ekstensif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairannya. Namun sayangnya, orang tua Arkhan tidak sanggup membeli susu tersebut karena harganya yang cukup mahal. Ayahnya hanya seorang buruh harian lepas dan ibunya tidak bekerja. Kedua kakaknya pun masih usia sekolah yang punya banyak kebutuhan harian dan belum bisa mendukung ekonomi keluarga. 


Mari bantu Arkhan agar kondisinya membaik!


Informasi Perkembangan Pasien belum tersedia

Rincian Dana

Nutrisi Rp17.900.000
Biaya Operasional WeCare.id Rp1.790.000

Total Rp19.690.000

Baca lebih lanjut mengenai Dana Operasional WeCare.id

ALERGI SUSU SAPI

Alergi susu sapi terjadi karena sistem kekebalan tubuh bayi yang bereaksi dengan protein yang ada di dalam susu sapi. Sebagian besar bayi yang mengalami alergi susu sapi biasanya bisa mengatasi hal tersebut setelah mereka melewati usia 4 tahun, dan hanya sedikit yang alerginya bertahan hingga dewasa.

Apakah alergi susu sapi sama dengan intoleransi laktosa?

Tidak seperti intoleransi laktosa yang tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh, alergi susu sapi justru terjadi akibat adanya reaksi sistem kekebalan tubuh anak dengan protein yang terkandung di dalam susu sapi. Jenis protein yang paling sering menyebabkan alergi adalah whey dan kasein. Bayi yang mengalami alergi bisa saja alergi terhadap salah satu atau kedua protein tersebut.  Reaksi yang muncul biasanya terjadi dalam hitungan menit atau jam setelah mengonsumsi susu. Anak bisa saja alergi terhadap susu apapun, karena dalam berbagai susu terdapat protein di dalamnya, namun yang paling sering terjadi adalah alergi yang disebabkan oleh susu sapi.


SINDROM DOWN

Sindrom Down adalah gangguan genetika paling umum yang menyebabkan perbedaan kemampuan belajar dan ciri-ciri fisik tertentu. Sindrom Down tidak bisa disembuhkan, namun dengan dukungan dan perhatian yang maksimal, anak-anak dengan sindrom Down bisa tumbuh dengan bahagia.

Gejala Sindrom Down
Gejala sindrom Down pada anak-anak adalah memiliki beberapa ciri fisik yang mirip, namun mereka tidak sama persis karena ada faktor keturunan dari orang tua dan keluarga masing-masing.

Anak-anak dengan sindrom Down membutuhkan bimbingan seperti anak normal lainnya atau bahkan lebih. Perkembangan mereka dalam berbagai aspek memerlukan waktu, dan mereka akan menjalaninya bertahap, sesuai dengan kemampuan mereka.

Penyebab Sindrom Down
Normalnya terdapat 46 kromosom dalam sel seseorang yang diwariskan, yakni masing-masing 23 kromosom dari ayah dan ibu, namun kebanyakan orang dengan sindrom Down memiliki 47 kromosom. Perkembangan tubuh dan kinerja otak akan berubah jika terdapat kromosom ekstra atau tidak normal, dan itulah yang menjadi penyebab sindrom Down.

Banyak yang menganggap bahwa sindrom ini hanya terjadi karena faktor keturunan. Padahal kelainan dalam proses perkembangan telur, sperma dan embrio merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kondisi ini.

Para ahli tidak tahu penyebab kelainan genetika yang terjadi pada penderita sindrom Down, namun ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko memiliki bayi dengan sindrom Down, di antaranya:

  • Jika Anda telah memiliki bayi lain dengan sindrom Down.
  • Jika Anda memiliki adik atau kakak dengan sindrom Down.
  • Jika wanita hamil di usia 35 tahun ke atas.


Sumber:
1. https://hellosehat.com/parenting/nutrisi-anak/gejala-dan-tanda-anak-alergi-susu-sapi/
2. https://www.alodokter.com/sindrom-down.html

Ingin tahu lebih banyak atau menemui kasus seperti ini? Konsultasikan ke Dokter WeCare.id

Parent Campaign

Para Donatur (1)

Partner

Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo
Jl. Diponegoro No. 71, Senen, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

Lihat pasien lain

DONASI UNIVERSAL

#UNTUKSEMUA (7) - DKI Jakarta
Oleh Medikator Medikator WeCare.id
0.9111213% terdanai
9111213 terdanai
990888787 kekurangan

Prematur, BBLR

Bayi Bu Ati (0) - Jawa Barat
Oleh Medikator Medikator RS Santo Borromeus
27.382037575758% terdanai
22590181 terdanai
59909819 kekurangan

Gagal Ginjal Kronis

Viara (14) - Jawa Timur
Oleh Medikator Medikator WeCare.id
48.757903072537% terdanai
23089305 terdanai
24265695 kekurangan