Bersama Thata Bantu Yahya

Bantu Yahya sekarang

13.20002% funded

660001

funded

4339999

to go

Kisah Yahya

Since being in the womb, it's been known that Yahya was experiencing growth barriers. Yahya's parents were very worried. In addition, when Yahya was born, he did not immediately cry so that active resuscitation, intubation and oxygen therapy were carried out. This little baby must be treated in the NICU (neonatal intensive care unit) for more than a month (35 days) - not a short time. Yahya's parents continued to pray for the recovery of their children.


After Yahya was discharged from the hospital, there was still an impact from his growth disruption since in the fetus until now. He experienced microcephaly. Microcephaly is a rare nervous system disorder that causes the baby's head to become small and not fully developed. This condition makes the child's brain stop growing properly. This can occur when the baby is still in the womb or in the first few years of birth. Yahya also suffered from malnutrition and was sentenced to stunted. Stunted or Stunting is a problem of chronic malnutrition caused by lack of nutritional intake in a long time due to feeding that is not in accordance with nutritional needs. Stunting begins when the fetus is still in the womb and only appears when the child is two years old.


At present, Yahya routinely check up to the doctor as outpatient care to monitor his nutritional status, optimal growth and complete his immunization. Several investigations have also been carried out such as echocardiography, head ultrasound, hearing and vision evaluation, metabolic nutrition consultation, neurology consultation and laboratory examination. The doctor advised Yahya to consume Infantrini milk to improve his nutrition.


Yahya's father works as a cleaning service and his mother is a housewife. The recommended milk can cost millions of rupiah per month, while the income of a cleaning service is not much. Transportation costs to go back and forth to the hospital became a particular burden. Yahya's parents hope that there would be a way for their children to get milk and get control to the hospital smoothly.


Let's help Yahya to improve his nutrition!


If donations are collected, the funds will be used to help Yahya's transportation costs to the hospital, to buy milk and to pay for laboratory examinations.





Patient Updates Information of this patient is not available yet

Rincian Dana

Pemeriksaan Penunjang Rp500.000
Transportasi Rp1.200.000
Nutrisi Rp6.840.000
Biaya Operasional WeCare.id Rp854.000

Total Rp9.394.000

Read more about WeCare.id Operational Fund

GIZI BURUK
Gejala, Penyebab, dan Penanganan Oleh dr. Ahmad Muhlisin Gizi buruk adalah kondisi tubuh terparah yang mengalami kekurangan gizi dalam kurun waktu yang lama (menahun). Hal ini umumnya terjadi pada anak-anak, gizi buruk pada anak seringkali disebabkan oleh kurangnya asupan makanan bergizi seimbang, di samping itu bisa juga disebabkan oleh penyakit-penyakit tertentu yang menyebabkan terganggunya proses pencernaan makanan ataupun terganggunya penyerapan zat gizi penting yang diperlukan oleh tubuh.


STUNTING
Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan ia lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. Banyak yang tak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya masalah pertumbuhan si kecil. Apalagi, jika stunting dialami oleh anak yang masih di bawah usia 2 tahun. Hal ini harus segera ditangani dengan segera dan tepat. Pasalnya stunting adalah kejadian yang tak bisa dikembalikan seperti semula jika sudah terjadi.

Kondisi ini disebabkan oleh tidak tercukupinya asupan gizi anak, bahkan sejak ia masih di dalam kandungan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa 20% kejadian stunting sudah terjadi ketika bayi masih berada di dalam kandungan. Kondisi ini diakibatka oleh asupan ibu selama kehamilan kurang berkualitas, sehingga nutrisi yang diterima janin sedikit. Akhirnya, pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran.

Selain itu, stunting juga bisa terjadi akibat asupan gizi saat anak masih di bawah usia 2 tahun tidak tercukupi. Entah itu tidak diberikan ASI eksklusif ataupun MPASI (makanan pendamping ASI) yang diberikan kurang mengandung zat gizi yang berkualitas.


MIKROSEFALI
Mikrosefali adalah gangguan sistem saraf langka yang menyebabkan kepala bayi menjadi kecil dan tidak sepenuhnya berkembang. Kondisi ini membuat otak anak berhenti tumbuh sebagaimana mestinya. Hal ini dapat terjadi saat bayi masih dalam kandungan atau dalam beberapa tahun pertama kelahiran.

Faktor keturunan dan lingkungan dapat menjadi penyebab munculnya mikrosefali. Beberapa anak yang mengidap mikrosefali memiliki perkembangan dan intelegensi yang normal, meskipun kepala mereka berukuran lebih kecil dari ukuran normal.

Sumber: 

1. https://mediskus.com/gizi-buruk
2. https://doktersehat.com/mikrosefali/
3. https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/stunting-adalah-anak-pendek/




Want to know more about this diagnosis? Ask WeCare.id Medical Team

Parent Campaign

Funded by (4)

Hospitalized at

Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo
Jl. Diponegoro No. 71, Senen, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

Search for other patients

173 donors

Primary Immunodeficiency Disease

PID Warriors (7) - DKI Jakarta
Oleh Medikator Pricilia Gunawan H
37.621688368208% funded
76397375 funded
126670000 to go
95 donors

Sensory Neural Hearing Loss berat

Dionisius (2) - Lampung
Oleh Medikator Medikator WeCare.id
47.342785654712% funded
14191000 funded
15784000 to go
153 donors

Hipertensi Pulmonal

Ahmad (3) - DKI Jakarta
Oleh Medikator Shela Putri Sundawa
48.632727272727% funded
40122000 funded
42378000 to go