Gerakan Peduli Janda Jadi Perempuan Mandiri, Percaya Diri dan Berdaya

img-medikator
Save Janda

Bantu Janda Lebih Mandiri dan Berdaya

    donatur
  88 hari lagi
terdanai

Funded

Needed

BANTU JANDA LEBIH MANDIRI DAN BERDAYA

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, terdapat 3,9 juta penduduk Indonesia yang berstatus perkawinan cerai hingga akhir Juni 2021. Selain itu, Dirjen Bimas Islam Kemenag mencatat rata-rata 300.000 angka perceraian setiap tahun.

“Dalam 1 jam, di Indonesia, terdapat 50 kasus perceraian.” ujar Prof. Euis Sunarti, Guru Besar Institut Pertanian Bogor. Akibat dari perceraian tersebut, maka membuat banyak perempuan menyandang status baru, yaitu sebagai janda. Menjadi janda bukanlah hal yang mudah. Selain karena harus hidup tanpa pasangan, banyak dari mereka yang harus menerima stigma negatif dari masyarakat. Tidak hanya itu, tantangan lain yang harus dihadapi perempuan berstatus janda adalah tantangan psikologis dan ekonomi.

Tantangan Psikologis Banyak perempuan berstatus janda yang masih menyimpan rasa sakit maupun trauma karena perceraian, terutama mereka yang mengalami KDRT dan perselingkuhan. Selain itu, ada juga yang masih sulit menghilangkan rasa sedih akibat ditinggal wafat pasangan.

Tantangan Ekonomi Bagi para perempuan berstatus janda, terutama mereka yang memiliki anak, mereka harus mencari nafkah bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya seperti makanan, pakaian, pendidikan, dan masih banyak lagi. Tugas mencari penghasilan sekaligus menjaga, mencukupi dan mendidik anak-anaknya ini sangatlah tidak mudah.

Melihat fakta-fakta ini, komunitas Save Janda hadir untuk mengubah stigma negatif di masyarakat. Selain itu, komunitas yang berdiri pada tahun 2016 ini juga hadir sebagai support system bagi para janda dengan memberikan pendampingan psikologis, dan melakukan pemberdayaan ekonomi. Untuk melakukan itu semua, tentu saja dibutuhkan banyak dukungan dari masyarakat. Untuk itu, komunitas Save Janda ingin mengajak #TemanPeduli semua untuk turut memberikan dukungan dan membantu para janda agar menjadi lebih percaya diri, mandiri dan menjadi perempuan berdaya.

Hasil donasi ini nantinya akan digunakan untuk membangun "Save Janda Center" yang merupakan rumah aman/ safe house bagi para perempuan berstatus janda yang ingin datang berkonsultasi langsung. Selain itu, Save Janda Center ini nantinya akan menjadi tempat pelatihan usaha dan keahlian baik online maupun offline. Tempat pelatihan ini sekaligus akan menjadi tempat produksi usaha makanan, kerajinan, pakaian, dan masih banyak lagi.

Mari bersama bergerak ubah stigma negatif dan bantu para janda agar menjadi lebih percaya diri, mandiri dan menjadi perempuan berdaya!

Para Donatur (0)

Perkembangan

Diagnosa

Rincian Dana

Disbursement


Total disbursement dana untuk campaign ini


Berikut adalah detail transaksi pencairan dana :

Tanggal
Transaction
Amount

Fundraisers (0)

This patient does not have fundraiser

Help this campaign as a fundraiser. The fund you collected will directly fund this patient.


Become a Fundraiser

BANTU JANDA LEBIH MANDIRI DAN BERDAYA

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, terdapat 3,9 juta penduduk Indonesia yang berstatus perkawinan cerai hingga akhir Juni 2021. Selain itu, Dirjen Bimas Islam Kemenag mencatat rata-rata 300.000 angka perceraian setiap tahun.

“Dalam 1 jam, di Indonesia, terdapat 50 kasus perceraian.” ujar Prof. Euis Sunarti, Guru Besar Institut Pertanian Bogor. Akibat dari perceraian tersebut, maka membuat banyak perempuan menyandang status baru, yaitu sebagai janda. Menjadi janda bukanlah hal yang mudah. Selain karena harus hidup tanpa pasangan, banyak dari mereka yang harus menerima stigma negatif dari masyarakat. Tidak hanya itu, tantangan lain yang harus dihadapi perempuan berstatus janda adalah tantangan psikologis dan ekonomi.

Tantangan Psikologis Banyak perempuan berstatus janda yang masih menyimpan rasa sakit maupun trauma karena perceraian, terutama mereka yang mengalami KDRT dan perselingkuhan. Selain itu, ada juga yang masih sulit menghilangkan rasa sedih akibat ditinggal wafat pasangan.

Tantangan Ekonomi Bagi para perempuan berstatus janda, terutama mereka yang memiliki anak, mereka harus mencari nafkah bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya seperti makanan, pakaian, pendidikan, dan masih banyak lagi. Tugas mencari penghasilan sekaligus menjaga, mencukupi dan mendidik anak-anaknya ini sangatlah tidak mudah.

Melihat fakta-fakta ini, komunitas Save Janda hadir untuk mengubah stigma negatif di masyarakat. Selain itu, komunitas yang berdiri pada tahun 2016 ini juga hadir sebagai support system bagi para janda dengan memberikan pendampingan psikologis, dan melakukan pemberdayaan ekonomi. Untuk melakukan itu semua, tentu saja dibutuhkan banyak dukungan dari masyarakat. Untuk itu, komunitas Save Janda ingin mengajak #TemanPeduli semua untuk turut memberikan dukungan dan membantu para janda agar menjadi lebih percaya diri, mandiri dan menjadi perempuan berdaya.

Hasil donasi ini nantinya akan digunakan untuk membangun "Save Janda Center" yang merupakan rumah aman/ safe house bagi para perempuan berstatus janda yang ingin datang berkonsultasi langsung. Selain itu, Save Janda Center ini nantinya akan menjadi tempat pelatihan usaha dan keahlian baik online maupun offline. Tempat pelatihan ini sekaligus akan menjadi tempat produksi usaha makanan, kerajinan, pakaian, dan masih banyak lagi.

Mari bersama bergerak ubah stigma negatif dan bantu para janda agar menjadi lebih percaya diri, mandiri dan menjadi perempuan berdaya!

Para Donatur (0)

Fundraisers (0)

This patient does not have fundraiser

Help this campaign as a fundraiser. The fund you collected will directly fund this patient.


Become a Fundraiser

Perkembangan

Rincian Dana

Disbursement


Total disbursement dana untuk campaign ini


Berikut adalah detail transaksi pencairan dana :

Tanggal
Transaction
Amount
Donate Now

Hit Enter to search. Hit Esc to exit

snackbar