Melati Arumsari Bantu Wujudkan Mimpi Abel

Bantu PID Warriors sekarang

0% funded

0

funded

20000000

to go

Kisah PID Warriors

Diligent learning alone is not enough to make a child can achieve the future he aspired to. Health is one of the main factors that affect the performance of a child's activity. Many children with good intelligence potential but have limited activity because of frequent infections due to congenital diseases that cause lack of immune components. The disease is a primary immunodeficiency disease. The name of the disease is still rarely heard, but children with the disease can have a good life expectancy when it is recognized and treated early on.

One of the primary immunodeficiency diseases is Qaiz. Qaiz has experienced diarrhea, respiratory infections, and skin infections that occur repeatedly since the age of 2 months. Recurrent infections cause Qaiz to be hospitalized more than ten times, as well as interfere with its growth and development.

In early December 2017, Qaiz was taken to the hospital with suspicion toward a congenital disease that causes reduced immune components or primary immunodeficiency diseases. During the process of diagnosis by doctors, Qaiz is known to experience one type of primary immunodeficiency disease that is hypogammaglobulinemia (combined variable immunodeficiency / CVID). 


This disease is a congenital disorder that causes B lymphocytes can not produce antibodies useful to fight infection. The main treatment for Qaiz disease is by intravenous antibody or immunoglobulin (IVIg). Therapy should be done routinely every 3 - 4 weeks lifetime. The amount of intravenous immunoglobulin that Qaiz needs depends on her weight. With Qaiz's current weight, she needs 4 bottles of intravenous immunoglobulin every month at a price per bottle of 2 million rupiahs. Qaiz's father only has a minimum wage earning, so it is not enough to afford an intravenous immunoglobulin Qaiz every month.

Qaiz is not the only child who has the immune deficiency. There are several other children who are equally intelligent but often infected and ultimately inhibit the growth and development activities, namely Abel, Rizky, and Jason. Plus, their parents can not afford to pay for the relatively expensive drugs. In the future there is hope. If these children get help and receive treatment, they can go to school cheerfully and have a better quality of life.

Photo of Rizky, one of the patients who also suffered from primary immunodeficiency disease and needed IVIg treatment


Let's help these patients with this innate immune deficiency disease so as not to get infected again soon!



If they get help, the funds will be used to purchase 95 intravenous immunoglobulins for 4 patients for 6 months. 

Patient Updates

Picture

Kamis, 01 Maret 2018

Crowdfunding Background

Suatu hari dokter yang menangani Qaiz menghubungi tim wecare.id. Saat itu Qaiz sedang mengalami demam, dan kemungkinan terjadi infeksi. Ia harus segera diberikan imunoglobulin agar tubuhnya dapat melawan infeksi penyakit. Orang tua Qaiz sangat khawatir karna anaknya akan segera masuk sekolah. Jika kondisinya tidak membaik, maka Qaiz tidak dapat bersekolah. 


Picture

Jumat, 02 Maret 2018

Crowdfunding begins

Tidak hanya Qaiz yang terdiagnosis kekurangan sistem imun, beberapa pasien mempunyai kasus serupa. Keluarga mereka tidak mempunyai kemampuan finansial untuk membayar Immunoglobulin Intravena yang mencapai 8 juta rupiah setiap kali pengobatan. Pengobatannya harus dilakukan setiap bulan. Segera, kisah anak-anak yang menyayat hati ini dipublikasikan setelah orang tua mereka mengajukan bantuan. Sambil penggalangan dana berjalan, beberapa pasien telah diberikan terapi. Dana yang terkumpul seadanya segera disalurkan untuk pasien primary immunodeficiency tersebut. 

Foto Qaiz saat diberikan terapi immunoglobulin intravena


Saat ini, para orang tua pasien sangat berharap dana bantuan untuk pengobatan anak mereka segera terkumpul. Begitu besar harapan agar anak-anak ini dapat bersekolah dan bermain selayaknya anak-anak yang lain. Penggalangan dana masih terus berjalan. Harapannya, cerita ini dapat segera sampai ke para hati yang dermawan.

Fo

Foto Jason, salah satu pasien primary immunodeficiency yang sedang diberikan terapi immunoglobulin intavena



Rincian Dana

Obat-Obatan Rp143.325.000
Obat-Obatan Rp59.742.375
Biaya Operasional WeCare.id Rp10.153.369

Total Rp213.220.744

Read more about WeCare.id Operational Fund

Imunodefisiensi adalah istilah umum yang merujuk pada suatu kondisi di mana kemampuan sistem imun untuk melawan penyakit dan infeksi mengalami gangguan atau melemah. Oleh karena itu, pasien imunodefisiensi akan rawan terkena berbagai infeksi atau timbulnya sel tubuh yang ganas.

Secara umum, sindrom imunodefisiensi dapat dikategorikan berdasarkan komponen dari sistem imun yang mengalami gangguan. Kelainan pada sel B akan menyebabkan kegagalan imunitas humoral. Jenis imunodefisiensi ini akan menyebabkan hypogammaglobulinemia (berkurangnya jumlah antibodi) atau agammaglobulinemia (tidak adanya antibodi). Sementara itu, kelainan pada sel T akan menyebabkan kegagalan imunitas yang dimediasi oleh sel, yang akan menyebabkan pasien rentan terhadap infeksi virus. Jenis imunodefisiensi ini biasanya dikaitkan dengan sindrom imunodefisiensi sekunder. Imunodefisiensi kombinasi parah (severe combined immunodeficiency/SCID) adalah jenis imunodefisiensi yang paling parah dan fatal. Pada kasus SCID, sel B dan sel T tidak dapat berfungsi dengan normal, sehingga pasien akan rentan terhadap segala jenis infeksi. Walaupun lebih jarang terjadi, namun komponen lain dari sistem imun, seperti granulosit dan sistem komplemen tubuh, juga dapat mengalami gangguan akibat sindrom imunodefisiensi.

Ada berbagai jenis penyakit imunodefisiensi, mulai dari kondisi yang ringan dan menyebabkan penyakit ringan yang berulang sampai penyakit yang parah dan membahayakan nyawa


Sumber: 

https://www.docdoc.com/id/info/condition/penurunan-kekebalan-tubuh

Want to know more about this diagnosis? Ask WeCare.id Medical Team

Parent Campaign

Funded by (0)

No donor yet.

Hospitalized at

Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo
Jl. Diponegoro No. 71, Senen, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

Search for other patients

173 donors

Primary Immunodeficiency Disease

PID Warriors (7) - DKI Jakarta
Oleh Medikator Pricilia Gunawan H
37.621688368208% funded
76397375 funded
126670000 to go
95 donors

Sensory Neural Hearing Loss berat

Dionisius (2) - Lampung
Oleh Medikator Medikator WeCare.id
47.342785654712% funded
14191000 funded
15784000 to go
153 donors

Hipertensi Pulmonal

Ahmad (3) - DKI Jakarta
Oleh Medikator Shela Putri Sundawa
48.632727272727% funded
40122000 funded
42378000 to go