Bantu Bangun Asrama Kucing Terlantar

Bantu Bangun Asrama Kucing Terlantar

No. of Donors
terdanai

Funded

Needed

Perkenalkan saya Qhoirul Anam, saya sebenarnya berasal dari Bojonegoro. Sudah 5 tahun merantau di Bekasi, sejak saat itu pula saya sudah mulai rescue kucing-kucing terlantar. Dari yang sakit, korban tabrak lari, kekerasan oleh manusia, hingga dibuang oleh pemilik sebelumnya. Dulu, saya hanya bekerja sebagai buruh pabrik di pabrik kasur, namun saya terkena PHK. Hingga akhirnya saya bertahan hidup dan membiayai kucing-kucing saya dengan membuka jasa vermak pakaian atau jahit.

Saya sering sekali berpindah-pindah tempat, karena diusir dari kontrakan. Kebanyakan dari mereka tidak berkenan jika saya membawa 65 ekor kucing dirumah kontrakannya. Katanya kontrakan jadi bau, kotor, dan membawa penyakit.Saya sudah cape pindah kontrakan terus karena pemiliki kontrakan tidak suka kalau ada kucing banyak gini, karena kontrakan jadi kotor dan bawa penyakit katanya. Sedangkan saya hanya mengandalkan penghasilan dari menjahit/buka permak levis.

Terkadang saya kewalahan juga untuk membeli kebutuhan makanan, pasir, vaksin, steril hingga pengobatan kucing jika mereka ada yang sakit. Setiap bulannya bisa keluar sekitar Rp5.000.000. Kucing-kucing saya pun tak jarang harus berpuasa karena saya tidak punya uang untuk membeli makanan.

Saya tidak tega jika kucing-kucing ini harus kembali di jalan. Beberapa sudah ada yang saya steril tapi belum semua dan masih ada 20 ekor kitten berumur 1,5 bulan, mereka belum bisa untuk survive di jalanan.

Saya dan 65 ekor kucing ini hanya tinggal di kontrakan berukuran 3x7m2, di daerah cikiwul Bantar Gebang, Bekasi dengan biaya sewa Rp500.000/bulan.

Perkembangan

Diagnosa

Perkenalkan saya Qhoirul Anam, saya sebenarnya berasal dari Bojonegoro. Sudah 5 tahun merantau di Bekasi, sejak saat itu pula saya sudah mulai rescue kucing-kucing terlantar. Dari yang sakit, korban tabrak lari, kekerasan oleh manusia, hingga dibuang oleh pemilik sebelumnya. Dulu, saya hanya bekerja sebagai buruh pabrik di pabrik kasur, namun saya terkena PHK. Hingga akhirnya saya bertahan hidup dan membiayai kucing-kucing saya dengan membuka jasa vermak pakaian atau jahit.

Saya sering sekali berpindah-pindah tempat, karena diusir dari kontrakan. Kebanyakan dari mereka tidak berkenan jika saya membawa 65 ekor kucing dirumah kontrakannya. Katanya kontrakan jadi bau, kotor, dan membawa penyakit.Saya sudah cape pindah kontrakan terus karena pemiliki kontrakan tidak suka kalau ada kucing banyak gini, karena kontrakan jadi kotor dan bawa penyakit katanya. Sedangkan saya hanya mengandalkan penghasilan dari menjahit/buka permak levis.

Terkadang saya kewalahan juga untuk membeli kebutuhan makanan, pasir, vaksin, steril hingga pengobatan kucing jika mereka ada yang sakit. Setiap bulannya bisa keluar sekitar Rp5.000.000. Kucing-kucing saya pun tak jarang harus berpuasa karena saya tidak punya uang untuk membeli makanan.

Saya tidak tega jika kucing-kucing ini harus kembali di jalan. Beberapa sudah ada yang saya steril tapi belum semua dan masih ada 20 ekor kitten berumur 1,5 bulan, mereka belum bisa untuk survive di jalanan.

Saya dan 65 ekor kucing ini hanya tinggal di kontrakan berukuran 3x7m2, di daerah cikiwul Bantar Gebang, Bekasi dengan biaya sewa Rp500.000/bulan.

Rincian Dana


Disbursement


Total disbursement dana untuk campaign ini


Berikut adalah detail transaksi pencairan dana :

Tanggal
Transaction
Amount
Lihat lebih banyak Lihat lebih sedikit

Donors (loading...)

Fundraisers (0)

This patient does not have fundraiser

Help this campaign as a fundraiser. The fund you collected will directly fund this patient.


Become a Fundraiser
fb-share Donate Now

Hit Enter to search. Hit Esc to exit

snackbar