Mengalami gejala bronkopneumonia berkepanjangan, Asma membutuhkan uluran tanganmu!

WeCare.id

Asma

No. of Donors 190
75.62% terdanai
Rp.20,087,369,-

Funded

Rp.6,477,631,-

Needed

Help this campaign as a fundraiser. The fund you collected will directly fund this patient

Become a Fundraiser

"Awalnya asma sakit batuk pilek, di obatin pileknya hilang, saya pikir sudah sembuh... ternyata lendirnya itu nggak keluar dan menumpuk di paru-paru. Saya bingung makin lama asma makin sesak dan nafasnya berbunyi, akhirnya Asma saya bawa ke UGD dan disana Asma disuruh rawat (inap) dan harus di dalam ruangan khusus karena Asma didiagnosa terkena pneumonia berat. Asma juga kurang berat badannya, umur 6 bulan beratnya hanya 3,4 kg.. Dokter juga memberitahukan bahwa asma adalah bayi Down syndrome. Jantung Asma juga diperiksa dan dari hasil pemeriksaan jantung, ada kebocoran bilik jantung/ASD (Atrial Septal Defect)" Cerita Ibunda Asma saat ditanyakan kronologis sakit anaknya.

Asma adalah bayi berusia 7 bulan yang menderita bronkopneumonia, yaitu salah satu jenis pneumonia dimana terjadi infeksi yang mengakibatkan peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. "Menurut dokter anak, Asma memang agak lama sembuhnya karena jantung bocornya ini sehingga sampai sekarang kami masih berobat rawat jalan dan dokter anak pun menyarankan di rumah untuk sedia tabung oksigen, alat uap nebulizer dan sedot lendir" Lanjut ibu dari 8 anak ini. Asma membutuhkan oksigen setiap hari, obat-obatan untuk uap nebu serta susu khusus padat gizi karena beratnya sangat rendah.

Ayah Asma adalah seorang peternah ikan hias, penghasilannya biasa-biasa saja, namun kebutuhan pengeluaran keluarga Asma sangat besar. Orang tua Asma harus membiayai makan sehari-hari 8 orang anak, bayar sewa kontrak rumah, listrik, SPP sekolah dll. Oleh karena itu, mereka sangat butuh bantuan untuk bisa memenuhi kebutuhan medis Asma.

Mari bantu pengobatan Asma!

Perkembangan

June 1, 2019
Uji coba timeline

Uji coba timeline

Diagnosa

BRONKOPNEUMONIA

Bronkopneumonia adalah salah satu jenis pneumonia, yaitu infeksi yang mengakibatkan terjadinya peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Bronkopneumonia dapat dipicu juga oleh beberapa faktor risiko, seperti usia seseorang, lingkungan, gaya hidup dan kondisi kesehatan tertentu.

Bronkopneumonia merupakan jenis pneumonia yang menimbulkan flek atau bercak pada kedua paru-paru Anda, termasuk juga saluran udara dan kantung udara. Seseorang yang menderita bronkopneumonia dapat merasakan kesulitan saat bernapas sebagai akibat dari terhalangnya saluran udara.

Gejala bronkopneumonia yang muncul bisa bersifat ringan atau parah, dan cenderung serupa dengan gejala bronkitis. Pemeriksaan Rontgen biasanya dianjurkan untuk membantu dokter membedakan kedua kondisi tersebut. Pengobatan bronkopneumonia sendiri tergantung pada penyebabnya. Pemberian antibiotik adalah salah satu cara mengobati bronkopneumonia akibat infeksi bakteri.

Faktor Risiko Bronkopneumonia yang Perlu Diwaspadai Bronkopneumonia seringnya disebabkan oleh bakteri. Bakteri-bakteri ini mampu menyebar dalam jarak dekat melalui percikan ludah saat penderita bersin atau batuk, yang kemudian terhirup oleh orang di sekitarnya. Inilah sebabnya lingkungan menjadi salah satu faktor risiko berkembangnya bronkopneumonia. Orang yang bekerja di rumah sakit, panti jompo, atau sering mengunjungi kedua tempat ini berisiko tertular bronkopneumonia.

Faktor-faktor risiko bronkopneumonia lainnya, termasuk:

  1. Usia Anak berusia di bawah dua tahun atau lansia (65 tahun ke atas) sama-sama berisiko menderita bronkopneumonia dan komplikasinya. Komplikasi dari bronkopneumonia, antara lain berupa abses di paru-paru, sepsis, dan gagal napas (acute respiratory distress syndrome).
  2. Kondisi medis lain yang diderita Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya penderita HIV/AIDS, kanker, lupus, atau penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes, memiliki risiko yang tinggi terserang bronkopneumonia. Tanyakan kepada dokter Anda mengenai kondisi medis lain yang juga menjadi faktor risiko kondisi ini.
  3. Gaya hidup Kecanduan minum minuman beralkohol, merokok, dan asupan nutrisi yang tidak baik turut menjadi faktor risiko bronkopneumonia.
  4. Infeksi nosokomial Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang terjadi di lingkungan rumah sakit, ketika Anda sedang dirawat untuk gangguan kesehatan yang lain. Ketika Anda sedang sakit, tubuh akan mengalami kesulitan untuk mencegah terjadinya infeksi lain. Berkembangnya bronkopneumonia di rumah sakit juga bisa disebabkan oleh bakteri yang sudah kebal terhadap antibiotik .

Sumber: https://www.alodokter.com/mengenal-bronkopneumonia-dan-penyebab-yang-mendasarinya

Rincian Dana

Biaya Marketing Campaign
Rp.2,415,000,-
Obat-obatan
Rp.10,800,000,-
Alat medis
Rp.10,800,000,-
Susu atau Makanan Tambahan
Rp.2,550,000,-

Total
Rp.26,565,000,-


Disbursement


Total disbursement dana untuk pasien
Rp.16,394,260,-


Berikut adalah detail transaksi pencairan dana :

Tanggal
Transaction
Amount
08 August 2019
Bantuan obat & susu Asma ke-10
Rp.1,800,000,-
02 August 2019
Bantuan obat & oksigen Asma ke-9
Rp.1,800,000,-
25 July 2019
Bantuan Obat Asma ke-8
Rp.1,800,000,-
19 July 2019
Bantuan oksigen & Obat Asma ke-7
Rp.1,865,520,-
11 July 2019
Bantuan oksigen Asma ke-6
Rp.1,200,000,-
12 June 2019
Bantuan obat & oksigen Asma ke-5
Rp.1,500,000,-
01 June 2019
Bantuan obat Asma ke-6
Rp.1,791,730,-
22 May 2019
Bantuan oksigen Asma ke-3
Rp.840,000,-
09 May 2019
Bantuan obat & susu Asma ke-2
Rp.2,957,010,-
08 May 2019
Bantuan oksigen Asma ke-1
Rp.840,000,-
Load More

Hit Enter to search. Hit Esc to exit