Tragis! Alira Pakai Kantong Plastik Kiloan untuk Anus Buatannya!

img-medikator
Ratna anggraheni

Alira Siti Azzahra

    donatur
terdanai

Funded

Needed

Bantu Ringankan Derita Adik Alira!


Ibu dari Alira tak kuasa menahan sedih saat mengetahui sang anak tidak memiliki lubang anus saat lahir. Diusia 4 hari, Alira sudah melakukan operasi pembuatan anus sementara diperutnya. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, Alira juga didiagnosis menderita jantung bocor dan down syndrom.

Kata dokter Alira harus kontrol secara rutin agar pembuatan anusnya berhasil. Dokter pun sudah menjadwalkan pemeriksaan echo jantung setiap 3 bulan sekali dan operasi lanjutan Alira untuk penutupan lubang stoma/ lubang diperutnya.

Alira membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit karena beberapa obat, vitamin, serta peralatan medis untuk perawatan Alira yang tidak ditanggung oleh BPJS seperti:Nacl, kantong stoma, bedak iritasi, businasi dilatasi (alat pelebaran anus) dan kassa steril yang setiap harinya harus diganti. Sewaktu-waktu karena tidak punya uang, ibunda Alira menggunakan kantong plastik kiloan untuk mengganti kantong stoma anaknya.

Ayah Alira adalah seorang tukang pijat keliling dan sang ibu tidak bekerja karena harus merawat Alira yang sakit. Penghasilan ayahnya tidak menentu, biasanya sehari dapat upah Rp 30.000- Rp 50.000, tapi terkadang juga tidak ada pelanggan sama sekali. Upah yang didapatkan hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari.

Sebenarnya, ibunda Alira ingin sekali berjualan depan rumahnya dengan tujuan membantu suaminya mendapatkan uang lebih untuk tambahan biaya berobat Alira. Namun, mereka tidak punya modal untuk memulainya. Keluarga Alira pun masih tinggal satu atap dirumah orangtuanya dalam kesederhanaan. Biaya kebutuhan medis Alira yang dapat mencapai juta rupiah itu tidak sanggup dipenuhi oleh orangtuanya

Para Donatur (0)

Perkembangan

Diagnosa

Atresia ani atau disebut juga anus imperforate adalah salah satu jenis cacat atau kelainan sejak lahir. Pada kondisi ini, perkembangan janin mengalami gangguan sehingga bentuk rektum (bagian akhir usus besar) sampai lubang anus umumnya terbentuk tidak sempurna.

Pada atresia ani, kelainan juga bisa terjadi di area tubuh yang lain seperti kelainan di organ pencernaan, saluran kemih, hingga kelamin. Umumnya dikategorikan sebagai berikut:
* Kelainan di tingkat bawah yakni berupa lubang anus yang menyempit atau sama sekali tertutup akibat usus rektum yang masih menempel pada kulit. Lubang anus yang tertutup umumnya disertai dengan cacat lahir lain, seperti gangguan jantung, masalah pada sistem saraf pusat, atau anomali pada tangan dan kaki.
* Kelainan di tingkat atas yaitu posisi usus besar yang terletak di rongga panggul bagian atas dan terbentuknya fistula yang menghubungkan rektum dan kandung kemih, uretra, atau vagina. Fistula merupakan terowongan abnormal yang muncul antara dua saluran normal seperti antara pembuluh darah, usus, atau organ tubuh.
* Lubang posterior atau kloaka yang persisten yakni kelainan yang menyebabkan rektum, saluran kemih, dan lubang vagina bertemu pada satu saluran yang sama.

Gejala-gejala atresia ani biasanya terlihat jelas setelah bayi lahir, antara lain:
* Bayi tidak memiliki lubang anal.
* Pada bayi perempuan, posisi lubang anal berada di tempat yang salah, seperti terlalu dekat dengan vagina.
* Bayi tidak buang air besar selama 24 sampai 48 jam pertama kehidupan.
* Feses keluar melalui tempat yang salah, seperti uretra, vagina, skrotum, atau pangkal penis.
* Perut bengkak.

ASD merupakan kondisi yang terjadi ketika adanya lubang di antara dua serambi jantung. Gambarannya, antara atrium kanan dengan kiri tidak ditutup oleh katup. Sama seperti VSD, lubang yang memisahkan atrium kiri dan kanan akan membuat darah yang kaya oksigen mengalir kembali ke paru-paru. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada pembuluh darah paru-paru. Jika kebocoran jantung ASD berukuran besar dan tidak segera ditangani, aliran darah dapat merusak jantung dan paru-paru, sehingga menyebabkan gagal jantung. Penyakit jantung bawaan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangannya terhambat

Sindrom down atau disebut dengan down syndrome, merupakan adanya gangguan genetika yang menyebabkan perbedaan kemampuan belajar dan ciri-ciri fisik yang tidak bisa disembuhkan, namun jika diberikan dukungan dan perhatian yang maksimal, maka mereka bisa tumbuh secara bahagia.

Gejala down syndrome pada anak kecil mempunyai beberapa ciri fisik yang serupa karena adanya faktor keturunan dari orang tua dan keluarga. Ada beberapa ciri fisik yang berperan dalam penampilan pengidap down syndrome seperti:
Telapak tangan yang hanya memiliki satu lipatan. Mulut kecil.
Bagian hidung kecil dan tulang hidung rata.
Tangan lebar dengan ukuran jari yang pendek.
Bertubuh pendek.
Mempunyai kepala kecil.
Lidah menonjol keluar.
Terdapat jarak yang luas antara jari kaki pertama dan kedua.

Sumber:
https://www.halodoc.com/kesehatan/atresia-ani
https://www.halodoc.com/jantung-bocor-asd-dan-vsd-pada-anak-orangtua-perlu-tahu-ini
https://www.halodoc.com/kesehatan/sindrom-down

Rincian Dana

Disbursement


Total disbursement dana untuk campaign ini


Berikut adalah detail transaksi pencairan dana :

Tanggal
Transaction
Amount

Fundraisers (0)

This patient does not have fundraiser

Help this campaign as a fundraiser. The fund you collected will directly fund this patient.


Become a Fundraiser

Bantu Ringankan Derita Adik Alira!


Ibu dari Alira tak kuasa menahan sedih saat mengetahui sang anak tidak memiliki lubang anus saat lahir. Diusia 4 hari, Alira sudah melakukan operasi pembuatan anus sementara diperutnya. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, Alira juga didiagnosis menderita jantung bocor dan down syndrom.

Kata dokter Alira harus kontrol secara rutin agar pembuatan anusnya berhasil. Dokter pun sudah menjadwalkan pemeriksaan echo jantung setiap 3 bulan sekali dan operasi lanjutan Alira untuk penutupan lubang stoma/ lubang diperutnya.

Alira membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit karena beberapa obat, vitamin, serta peralatan medis untuk perawatan Alira yang tidak ditanggung oleh BPJS seperti:Nacl, kantong stoma, bedak iritasi, businasi dilatasi (alat pelebaran anus) dan kassa steril yang setiap harinya harus diganti. Sewaktu-waktu karena tidak punya uang, ibunda Alira menggunakan kantong plastik kiloan untuk mengganti kantong stoma anaknya.

Ayah Alira adalah seorang tukang pijat keliling dan sang ibu tidak bekerja karena harus merawat Alira yang sakit. Penghasilan ayahnya tidak menentu, biasanya sehari dapat upah Rp 30.000- Rp 50.000, tapi terkadang juga tidak ada pelanggan sama sekali. Upah yang didapatkan hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari.

Sebenarnya, ibunda Alira ingin sekali berjualan depan rumahnya dengan tujuan membantu suaminya mendapatkan uang lebih untuk tambahan biaya berobat Alira. Namun, mereka tidak punya modal untuk memulainya. Keluarga Alira pun masih tinggal satu atap dirumah orangtuanya dalam kesederhanaan. Biaya kebutuhan medis Alira yang dapat mencapai juta rupiah itu tidak sanggup dipenuhi oleh orangtuanya

Diagnosa

Atresia ani atau disebut juga anus imperforate adalah salah satu jenis cacat atau kelainan sejak lahir. Pada kondisi ini, perkembangan janin mengalami gangguan sehingga bentuk rektum (bagian akhir usus besar) sampai lubang anus umumnya terbentuk tidak sempurna.

Pada atresia ani, kelainan juga bisa terjadi di area tubuh yang lain seperti kelainan di organ pencernaan, saluran kemih, hingga kelamin. Umumnya dikategorikan sebagai berikut:
* Kelainan di tingkat bawah yakni berupa lubang anus yang menyempit atau sama sekali tertutup akibat usus rektum yang masih menempel pada kulit. Lubang anus yang tertutup umumnya disertai dengan cacat lahir lain, seperti gangguan jantung, masalah pada sistem saraf pusat, atau anomali pada tangan dan kaki.
* Kelainan di tingkat atas yaitu posisi usus besar yang terletak di rongga panggul bagian atas dan terbentuknya fistula yang menghubungkan rektum dan kandung kemih, uretra, atau vagina. Fistula merupakan terowongan abnormal yang muncul antara dua saluran normal seperti antara pembuluh darah, usus, atau organ tubuh.
* Lubang posterior atau kloaka yang persisten yakni kelainan yang menyebabkan rektum, saluran kemih, dan lubang vagina bertemu pada satu saluran yang sama.

Gejala-gejala atresia ani biasanya terlihat jelas setelah bayi lahir, antara lain:
* Bayi tidak memiliki lubang anal.
* Pada bayi perempuan, posisi lubang anal berada di tempat yang salah, seperti terlalu dekat dengan vagina.
* Bayi tidak buang air besar selama 24 sampai 48 jam pertama kehidupan.
* Feses keluar melalui tempat yang salah, seperti uretra, vagina, skrotum, atau pangkal penis.
* Perut bengkak.

ASD merupakan kondisi yang terjadi ketika adanya lubang di antara dua serambi jantung. Gambarannya, antara atrium kanan dengan kiri tidak ditutup oleh katup. Sama seperti VSD, lubang yang memisahkan atrium kiri dan kanan akan membuat darah yang kaya oksigen mengalir kembali ke paru-paru. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada pembuluh darah paru-paru. Jika kebocoran jantung ASD berukuran besar dan tidak segera ditangani, aliran darah dapat merusak jantung dan paru-paru, sehingga menyebabkan gagal jantung. Penyakit jantung bawaan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangannya terhambat

Sindrom down atau disebut dengan down syndrome, merupakan adanya gangguan genetika yang menyebabkan perbedaan kemampuan belajar dan ciri-ciri fisik yang tidak bisa disembuhkan, namun jika diberikan dukungan dan perhatian yang maksimal, maka mereka bisa tumbuh secara bahagia.

Gejala down syndrome pada anak kecil mempunyai beberapa ciri fisik yang serupa karena adanya faktor keturunan dari orang tua dan keluarga. Ada beberapa ciri fisik yang berperan dalam penampilan pengidap down syndrome seperti:
Telapak tangan yang hanya memiliki satu lipatan. Mulut kecil.
Bagian hidung kecil dan tulang hidung rata.
Tangan lebar dengan ukuran jari yang pendek.
Bertubuh pendek.
Mempunyai kepala kecil.
Lidah menonjol keluar.
Terdapat jarak yang luas antara jari kaki pertama dan kedua.

Sumber:
https://www.halodoc.com/kesehatan/atresia-ani
https://www.halodoc.com/jantung-bocor-asd-dan-vsd-pada-anak-orangtua-perlu-tahu-ini
https://www.halodoc.com/kesehatan/sindrom-down

Para Donatur (0)

Fundraisers (0)

This patient does not have fundraiser

Help this campaign as a fundraiser. The fund you collected will directly fund this patient.


Become a Fundraiser

Perkembangan

Rincian Dana

Disbursement


Total disbursement dana untuk campaign ini


Berikut adalah detail transaksi pencairan dana :

Tanggal
Transaction
Amount
Donate Now

Hit Enter to search. Hit Esc to exit

snackbar